Bimbing Umat Cintai Sabda Allah, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Gelar Penyuluhan di Radio Maria

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan kembali hadir menyapa masyarakat dan umat beriman melalui penyuluhan rohani yang disiarkan Radio Maria Medan, Kamis (10/09/2026). Bertempat di Studio Radio Maria yang berada di Gedung Catholic Center Christosophia, Lantai 5, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, kegiatan tersebut berlangsung secara langsung mulai pukul 12.30 hingga 13.30 WIB dengan menyajikan pembinaan iman yang relevan bagi kehidupan umat Katolik.

Siaran yang dipandu Ricardo Simamora sebagai host tersebut menghadirkan dua Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, yakni Zetra Hail Saragih sebagai narasumber pertama dan Hekdi Jojada Sinaga sebagai narasumber kedua. Mengangkat tema “Mengapa Orang Katolik Harus Membaca Kitab Suci?”, penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan semangat umat dalam menyambut dan memaknai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang diperingati setiap bulan September.

Dalam dialog interaktif, Zetra Hail Saragih menjelaskan bahwa membaca Kitab Suci bukan hanya menjadi tanggung jawab para imam atau kaum klerus, tetapi merupakan panggilan seluruh umat beriman. Hal tersebut sejalan dengan ajaran Gereja yang ditegaskan dalam Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi Dei Verbum Artikel 22, yang mendorong umat untuk semakin dekat dengan Sabda Allah. “Membaca Kitab Suci bukanlah beban tambahan, tetapi kesempatan bagi kita untuk membuka hati dan membiarkan Allah berbicara dalam kehidupan kita setiap hari,” ujar Zetra.

Sementara itu, Hekdi Jojada Sinaga mengajak umat untuk tidak berhenti pada mendengarkan bacaan Kitab Suci ketika mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu. Menurutnya, Sabda Allah yang didengarkan dalam liturgi perlu direnungkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga sungguh-sungguh menghasilkan perubahan dalam diri. “Semakin kita membaca Kitab Suci, semakin kita mengenal Kristus, mencintai-Nya, dan belajar menjalankan hidup sebagai murid-Nya,” ungkap Hekdi.

Dalam kesempatan tersebut, kedua narasumber juga memperkenalkan langkah sederhana untuk membangun kebiasaan membaca dan merenungkan Kitab Suci, salah satunya melalui metode Lectio Divina. Metode ini membantu umat membaca Sabda Allah secara perlahan, merenungkannya, meresapkannya dalam doa, serta menemukan pesan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Para penyuluh juga memberikan penguatan kepada umat yang menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu maupun kekhawatiran dalam memahami makna Kitab Suci secara tepat.

Melalui penyuluhan yang disiarkan melalui Radio Maria Medan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan berharap umat Katolik semakin mencintai Kitab Suci dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sabda Allah diharapkan tidak hanya dibaca dan didengarkan, tetapi juga direnungkan serta diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga menjadi sumber kekuatan iman, pedoman moral, dan pegangan hidup umat di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *