Medan (Humas) — Masa pembinaan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperkuat keimanan, dan membangun kebiasaan yang lebih baik. Semangat tersebut disampaikan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kota Medan melalui kegiatan penyuluhan agama di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Medan, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam Pokjaluh Kemenag Kota Medan, Hermansyah, Lc. dan Suriadi, S.Ag., dengan mengangkat tema “Istiqomah dalam Ketaatan”. Penyuluhan menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan keagamaan sekaligus mendukung pembinaan mental dan spiritual peserta binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dalam penyampaiannya, Hermansyah menjelaskan bahwa istiqomah merupakan sikap konsisten dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik membutuhkan kesungguhan untuk mempertahankan kebaikan, bukan hanya semangat yang muncul sesaat.
“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, dan masa lalu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memperbaiki diri,” ungkap Hermansyah.
Ia menekankan bahwa setiap pengalaman yang telah dilalui dapat dijadikan pelajaran untuk melakukan evaluasi dan menentukan langkah yang lebih baik ke depannya. Karena itu, peserta binaan diharapkan tidak larut dalam kesalahan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai pembelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Hermansyah juga mengingatkan bahwa istiqomah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan zikir, menghormati orang tua, menaati pembimbing, serta menjaga pergaulan dan akhlak merupakan bagian dari kebiasaan baik yang dapat terus dilatih.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari masa lalu, memperbaiki diri hari ini, dan istiqomah dalam menjalankan kebaikan,” katanya.
Sementara itu, Suriadi memberikan penguatan kepada peserta agar tidak mudah menyerah dalam menjalani proses perubahan diri. Ia mengajak peserta melihat masa pembinaan di LPKA sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun kebiasaan yang lebih positif.
“Jangan pernah merasa bahwa kesempatan untuk berubah sudah tertutup, karena setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Suriadi.
Menurutnya, kesungguhan dalam menjalani proses perubahan perlu disertai dengan ketaatan kepada Allah SWT dan kemauan untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik. Pembinaan keagamaan juga diharapkan dapat membantu peserta membangun kedisiplinan dalam beribadah serta menerapkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan motivasi. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya menjaga harapan, memperbaiki diri, serta memanfaatkan masa pembinaan untuk membangun karakter yang lebih baik. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai keagamaan diharapkan semakin tertanam dan menjadi bagian dari proses perubahan diri peserta binaan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menekankan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya memberikan penguatan mental dan spiritual kepada peserta binaan. Menurutnya, kehadiran Penyuluh Agama Islam di lingkungan pembinaan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Kemenag dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.
“Pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam memberikan penguatan spiritual dan membangun kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Melalui kegiatan seperti ini, peserta binaan diharapkan mendapatkan bekal keagamaan yang dapat membantu mereka menjalani proses pembinaan dengan lebih baik,” ujar Impun.
Ia menambahkan bahwa pesan tentang istiqomah dan kesempatan untuk memperbaiki diri sangat relevan dalam proses pembinaan. Karena itu, penyuluh agama diharapkan terus memberikan pendampingan secara edukatif dan membangun, sehingga nilai-nilai agama dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta binaan.
“Setiap proses pembinaan hendaknya memberikan ruang untuk belajar dan berubah. Penyuluh agama diharapkan terus mendampingi dengan memberikan motivasi, penguatan keagamaan, dan keteladanan agar peserta binaan memiliki semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Pokjaluh Kemenag Kota Medan terus mendorong pelaksanaan penyuluhan agama secara berkelanjutan di lingkungan LPKA Medan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga mendukung proses pembentukan karakter melalui kebiasaan beribadah, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku yang baik.
Melalui tema “Istiqomah dalam Ketaatan”, peserta binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan membangun kehidupan yang lebih positif. Dengan terus belajar, memperbaiki diri, dan menjaga ketaatan kepada Allah SWT, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk menjalani kehidupan dan kembali memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

