Medan (Humas) — Membawa kasih dan pengharapan di tengah masa perawatan, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan memberikan pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) kepada pasien San Pales Medical Center, Kamis (17/9/2026). Kehadiran para penyuluh menjadi bentuk kepedulian untuk mendampingi pasien yang sedang menghadapi berbagai pergumulan selama menjalani perawatan. Pelayanan tersebut tidak hanya menghadirkan doa dan penguatan Firman Tuhan, tetapi juga memberikan ruang bagi pasien untuk mendapatkan perhatian dan penghiburan. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para penyuluh menyapa pasien dan keluarga dengan penuh kasih serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan mereka.
Adapun Penyuluh Agama Kristen yang hadir dalam pelayanan tersebut yakni Mateus Brian Purba, S.Th., Yohana Sitompul, S.Th., Debora Br. Pandia, S.Th., Rindalina Sihombing, S.Th., dan Mona Putri Sembiring, S.Th. Pelayanan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan kunjungan kepada pasien secara langsung. Melalui percakapan sederhana, doa, pembacaan dan perenungan Firman Tuhan, serta konseling rohani, para penyuluh berupaya menghadirkan ketenangan bagi pasien. Selain itu, keluarga yang mendampingi juga diberikan perhatian dan penguatan agar dapat terus memberikan dukungan selama proses perawatan.
Mateus Brian Purba, S.Th. menyampaikan bahwa kehadiran Penyuluh Agama Kristen di rumah sakit merupakan kesempatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penguatan. Menurutnya, seseorang yang sedang menjalani masa sakit membutuhkan dukungan yang menyentuh bukan hanya kondisi fisik, tetapi juga hati dan kehidupan rohaninya. “Kami hadir untuk mendampingi, mendengarkan, mendoakan, dan memberikan penguatan kepada pasien. Dalam kondisi sakit, seseorang tidak hanya membutuhkan perhatian secara fisik, tetapi juga membutuhkan ketenangan hati dan kekuatan rohani,” ungkap Mateus. Ia berharap pelayanan tersebut dapat menjadi berkat serta menghadirkan pengharapan bagi pasien dan keluarga yang sedang menjalani masa sulit.
Sementara itu, para penyuluh juga mengajak pasien untuk tetap membangun kehidupan doa dan menyerahkan setiap pergumulan kepada Tuhan. Penguatan rohani diberikan agar pasien dapat menjalani proses perawatan dengan hati yang lebih tenang sembari tetap mengikuti pengobatan dan arahan tenaga medis. “Kami berharap kehadiran kami dapat menjadi berkat dan memberikan pengharapan bagi pasien maupun keluarga,” lanjut Mateus. Senada dengan hal itu, dukungan spiritual diharapkan dapat membantu pasien tetap memiliki semangat dan kekuatan dalam menghadapi setiap proses yang sedang dijalani.
Selain itu, pelayanan Bimroh di San Pales Medical Center menjadi wujud bahwa tugas Penyuluh Agama Kristen tidak terbatas pada pelayanan di rumah ibadah. Para penyuluh juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian, penghiburan, dan pendampingan dalam berbagai keadaan kehidupan. Melalui pelayanan tersebut, nilai kasih diwujudkan dalam bentuk kehadiran, kepedulian, doa, serta kesediaan mendengarkan pergumulan pasien dan keluarga. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat membuat pasien merasa tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa perawatan.
Pelayanan Bimroh di San Pales Medical Center berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kasih dan pengharapan terus ditanamkan melalui doa, Firman Tuhan, serta perhatian kepada pasien dan keluarga. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan, semangat, dan kekuatan rohani bagi setiap pasien selama menjalani proses perawatan.

