Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru Berikan Penguatan Rohani kepada Pasien Anak

Medan (Humas) — Kehadiran Penyuluh Agama Islam tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, tetapi juga melalui pendampingan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Melalui bimbingan rohani, penyuluh berupaya menghadirkan ketenangan, motivasi, dan penguatan keagamaan bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Hal tersebut dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, saat memberikan bimbingan dan penguatan rohani kepada seorang pasien anak, Rapatar Sinaga, 8 tahun, yang sedang menjalani perawatan akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Mitra Sejati, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Medan, Selasa (15/9/2026).

Bimbingan rohani yang dilaksanakan di lantai 3 rumah sakit tersebut mengangkat tema “Ikhtiar Kesembuhan adalah Ibadah”. Dengan pendekatan yang sederhana dan penuh perhatian, Syahmuda memberikan motivasi spiritual agar pasien tetap memiliki semangat dalam menjalani proses pengobatan. Penguatan juga diarahkan agar proses perawatan dihadapi dengan kesabaran, doa, dan tetap berusaha memperoleh kesembuhan.

Dalam penyampaiannya, Syahmuda menekankan bahwa berobat dan berusaha mendapatkan kesembuhan merupakan bagian dari ikhtiar yang bernilai ibadah. Menurutnya, setiap usaha yang dilakukan dengan kesabaran dan disertai doa dapat menjadi penguat hati dalam menghadapi kondisi sakit. Karena itu, pasien dan keluarga diharapkan tetap memiliki keyakinan serta semangat selama menjalani proses perawatan.

Bimbingan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian Penyuluh Agama Islam terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan, khususnya pasien dan keluarga yang tengah menghadapi ujian berupa sakit. Kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih tenang sekaligus menumbuhkan optimisme dalam menghadapi proses pengobatan.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Medan Baru menyampaikan bahwa pelayanan penyuluhan agama perlu hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi sakit. Menurutnya, pendampingan rohani merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Penyuluhan agama tidak hanya dilakukan di tempat-tempat ibadah atau majelis taklim. Ketika ada masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan, kehadiran penyuluh untuk memberikan penguatan rohani juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendampingan kepada pasien perlu dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan menyesuaikan kondisi penerima bimbingan. Terlebih ketika yang didampingi merupakan anak, penyampaian pesan keagamaan harus dilakukan secara sederhana, lembut, dan memberikan semangat tanpa menambah beban psikologis pasien maupun keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Medan Baru terus mendorong optimalisasi peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan secara langsung kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh di rumah sakit menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial-keagamaan yang diharapkan dapat menghadirkan ketenangan, doa, serta semangat bagi masyarakat dalam menghadapi ujian kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *