Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Polsek Medan Barat, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan yang dilakukan penyuluh agama untuk menghadirkan penguatan rohani di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan kerja dan institusi pelayanan publik.
Penyuluhan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Barat, yakni Daminta Berutu, S.Th., bersama Otomosi Zebua, Hernawati Ginting, dan Natalina Tumanggor. Kehadiran para penyuluh tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga membangun komunikasi serta memberikan pendampingan rohani yang dapat mendukung penguatan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan mengangkat pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Para penyuluh mengajak peserta untuk menjadikan nilai-nilai iman sebagai dasar dalam menjalankan tugas, mengambil sikap, membangun hubungan dengan sesama, serta menghadapi berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan maupun pekerjaan.
Penyuluhan agama memiliki peran penting dalam memberikan penguatan spiritual secara berkelanjutan. Melalui pertemuan dan komunikasi langsung, penyuluh dapat menyampaikan nilai-nilai keagamaan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan umat, sehingga pesan yang disampaikan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan dapat diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata.
Dalam pelaksanaannya, para penyuluh juga mendorong pentingnya menjaga sikap saling menghargai, membangun kepedulian, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama, terlebih dalam lingkungan kerja yang membutuhkan kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik.
Daminta Berutu, S.Th., menyampaikan bahwa penyuluhan keagamaan menjadi kesempatan untuk terus membangun kehidupan yang tidak hanya mengedepankan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. “Melalui penyuluhan ini, kita diingatkan untuk terus menjadikan nilai-nilai iman sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, baik dalam pekerjaan maupun dalam hubungan dengan sesama,” ujar Daminta.
Ia menambahkan bahwa penguatan kehidupan rohani perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama semakin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembinaan keagamaan akan lebih bermakna apabila nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam tindakan nyata.
“Nilai-nilai keagamaan hendaknya tidak hanya kita pahami, tetapi juga kita hadirkan dalam sikap dan perbuatan. Dengan demikian, kehidupan beriman dapat memberikan pengaruh positif dalam menjalankan tugas serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain,” lanjutnya.
Kehadiran Penyuluh Agama Kristen di lingkungan Polsek Medan Barat juga menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan masyarakat. Penyuluh tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan di rumah ibadah, tetapi juga dapat memberikan pendampingan rohani di lingkungan kerja dan komunitas sesuai dengan kebutuhan umat.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong optimalisasi peran penyuluh agama sebagai bagian dari pelayanan kepada umat. Pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat membantu umat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana yang baik dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan keagamaan di Kecamatan Medan Barat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga keberadaan Penyuluh Agama Kristen semakin dirasakan manfaatnya dalam memberikan penguatan spiritual serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.

