Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan keagamaan di Rutan Perempuan Kelas II A Medan, Kamis (17/9/2026), dengan mengangkat pesan tentang pentingnya membuktikan kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW melalui amalan dan perilaku nyata.
Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga dengan menjaga kehormatan beliau, mengikuti sunnah, serta menghidupkan ajaran yang telah dicontohkan dalam kehidupan. “Setidaknya ada empat hal yang harus kita lakukan untuk membuktikan cinta kita kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW,” ujar Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, M. Iqbal.
M. Iqbal menjelaskan, bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan memuliakan beliau melalui shalawat yang senantiasa dilantunkan dengan penuh keikhlasan. Selain itu, umat Islam juga perlu menjaga kehormatan Rasulullah SAW dengan menjunjung tinggi ajaran dan kemuliaan beliau. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan secara lisan, tetapi perlu dibuktikan melalui sikap dan perbuatan. “Cinta kepada Rasulullah harus kita buktikan dengan memuliakan beliau melalui shalawat dan menjaga kehormatannya,” katanya.
Lebih lanjut, M. Iqbal menyampaikan bahwa mengikuti sunnah Rasulullah SAW merupakan bagian penting dalam membuktikan kecintaan kepada beliau. Sunnah Rasulullah SAW menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, baik dalam beribadah maupun dalam berinteraksi dengan sesama. Sementara itu, umat Islam juga diajak untuk memuliakan para sahabat serta dzurriyat Rasulullah SAW sebagai bagian dari penghormatan terhadap keluarga dan orang-orang yang dekat dengan beliau. “Mengikuti sunnah-sunnah beliau serta memuliakan para sahabat dan dzurriyatnya juga merupakan wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW,” ungkap M. Iqbal.
Peringatan Maulid Nabi di Rutan Perempuan Kelas II A Medan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan penguatan nilai-nilai keislaman bagi para peserta. Senada dengan hal itu, keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kasih sayang, kesabaran, dan akhlak mulia. Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus mendorong masyarakat untuk menjadikan ajaran Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan peringatan Maulid ini sebagai momentum untuk semakin mengenal, mencintai, dan menelusuri jejak langkah Rasulullah SAW,” tutur M. Iqbal.
Selain itu, semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kesadaran umat dalam menjalankan ajaran agama. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan pembinaan keagamaan, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan berupaya menghadirkan pesan-pesan Islam yang dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Peringatan Maulid juga menjadi pengingat agar kecintaan kepada Rasulullah SAW senantiasa tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rutan Perempuan Kelas II A Medan menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Semangat tersebut diharapkan dapat mendorong umat Islam untuk memperbanyak shalawat, menjaga kehormatan Rasulullah SAW, mengikuti sunnahnya, serta memuliakan para sahabat dan dzurriyatnya. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan berlandaskan akhlak mulia. Semangat Maulid diharapkan terus tumbuh sebagai bentuk kecintaan umat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

