Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan menjadi narasumber dalam kegiatan Rekoleksi Pelayan Luar Biasa Komuni Suci (PLBKS) yang dilaksanakan pada Jumat (18/09/2026) pukul 18.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Rekoleksi tersebut diikuti oleh para Pelayan Luar Biasa Komuni Suci (PLBKS) dari Stasi Sunggal, Stasi Mansyur, dan Stasi Sei Agul. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pelayan untuk menyegarkan dan memperbarui kehidupan rohani, memperdalam pemahaman iman, sekaligus merefleksikan kembali panggilan serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada umat, khususnya dalam pelayanan Komuni Suci.
Dalam kegiatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi berjudul “Ibadat Harian dalam Tradisi Gereja Katolik.” Materi mengajak peserta untuk memahami bahwa kehidupan doa merupakan bagian penting dalam keseharian umat Katolik. Doa tidak hanya dihayati ketika mengikuti perayaan di gereja, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan, pekerjaan, serta berbagai pengalaman hidup sehari-hari.
Roni menjelaskan bahwa Gereja Katolik memiliki kekayaan tradisi doa yang membantu umat menguduskan waktu dan mengarahkan seluruh aktivitas kehidupan kepada Allah. Salah satunya melalui Ibadat Harian sebagai bentuk doa resmi Gereja. Dengan doa dan permenungan Sabda Allah, umat dibimbing untuk semakin membangun relasi yang erat dengan Tuhan serta menumbuhkan kesadaran akan kehadiran-Nya dalam setiap perjalanan hidup.
“Pelayanan kepada umat perlu bertumbuh dari kehidupan doa, sehingga apa yang kita lakukan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi wujud pengabdian kepada Tuhan,” ujar Roni. Ia juga mengajak para PLBKS untuk menjalankan pelayanan Komuni Suci dengan iman, kerendahan hati, penghormatan, dan penuh tanggung jawab.
Rekoleksi tersebut menjadi ruang pembinaan dan penyegaran spiritual bagi para Pelayan Luar Biasa Komuni Suci (PLBKS) dari Stasi Sunggal, Mansyur, dan Sei Agul. Melalui pendalaman mengenai Ibadat Harian dalam Tradisi Gereja Katolik, para peserta diharapkan semakin menyadari pentingnya kehidupan doa dan mampu membawa semangat tersebut dalam menjalankan tugas pelayanan serta menghadirkan pelayanan yang semakin bermakna bagi umat.

