Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, turut terlibat dalam kegiatan survei lapangan terhadap rumah ibadah Katolik yang terdampak bencana di Kota Medan, Sumatera Utara, Jum’at (18/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peninjauan dan pendataan kondisi rumah ibadah pascabencana.
Survei dilaksanakan di dua rumah ibadah Katolik, yakni Gereja St. Fransiskus Asisi Polonia dan Gereja Santa Maria Pintu Surga Sei Agul. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi rumah ibadah, dampak bencana terhadap bangunan, serta pengaruhnya terhadap pelaksanaan kegiatan peribadatan umat.
Tim dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia terdiri atas Kepala Subdit Pemberdayaan Umat, Drs. FX. Rudy Andrianto, M.Pd., dan Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdit Pemberdayaan Umat, Thomas Tahir, S.S., M.Si. Tim hadir untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus mengumpulkan data yang diperlukan sebagai bahan tindak lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, tim Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI didampingi Pinta O. Pandiangan selaku Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan. Pendampingan juga dilakukan Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal yang turut mendukung kelancaran proses survei di kedua lokasi rumah ibadah.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan survei tersebut. Menurutnya, pendataan secara langsung di lapangan penting dilakukan agar kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat diketahui secara konkret.
“Kami menyambut baik kegiatan survei terhadap rumah ibadah dan warga yang terdampak bencana. Dengan turun langsung ke lapangan, data yang diperoleh akan lebih valid dan konkret sehingga dapat menjadi dasar ketika program penanganan dan pemulihan benar-benar diterapkan,” ujar Agus Salim.
Kegiatan survei meliputi pengamatan terhadap kondisi rumah ibadah serta pengumpulan informasi mengenai dampak bencana dan kebutuhan pemulihan. Data yang diperoleh diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah tindak lanjut dan koordinasi penanganan sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Keterlibatan Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperhatikan keberlangsungan kehidupan beragama masyarakat yang terdampak bencana. Hasil survei diharapkan dapat mendukung proses pemulihan Gereja St. Fransiskus Asisi Polonia dan Gereja Santa Maria Pintu Surga Sei Agul, sehingga kegiatan peribadatan dan pelayanan umat dapat kembali berjalan dengan baik. (RAS/PAI).

