Medan (Humas) – Fenomena kekeringan tidak hanya dipandang sebagai gejala alam, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, salah satu ikhtiar spiritual yang dilakukan ketika terjadi kekeringan adalah melaksanakan salat Istisqa, yaitu salat sunnah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Hal tersebut dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, M.A., di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan Nomor 27, Kelurahan Tanjung Gusta, Kota Medan, Jumat (18/9/2026).
Salat Istisqa dilaksanakan di Masjid At-Taubah yang berada di lingkungan Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan. Ibadah tersebut diikuti lebih dari 1.000 warga binaan pemasyarakatan yang beragama Islam. Kegiatan turut dihadiri Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Prayoga. Pelaksanaan salat Istisqa tersebut merupakan bagian dari gerakan pelaksanaan ibadah serentak di lembaga pemasyarakatan di wilayah yang terdampak kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, Fuji dipercaya menjadi imam sekaligus khatib.
Setelah pelaksanaan salat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat keagamaan dan ajakan kepada warga binaan untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Fuji mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui kapan ajal akan menjemput, sehingga kesempatan hidup harus diisi dengan amal kebaikan dan ketaatan.
“Jangan merasa masih muda dan menganggap umur masih panjang. Tidak seorang pun mengetahui kapan ajal kematian akan menjemput. Karena itu, selagi masih diberikan kesempatan hidup, mari kita gunakan untuk bertaubat dan memperbaiki diri kepada Allah SWT,” ujar Fuji dalam khutbahnya.
Fuji juga mengajak seluruh warga binaan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kekhilafan dan dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Menurutnya, taubat dan istighfar merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki kehidupan serta membangun harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dan amal yang diharapkan mendatangkan keberkahan serta menjadi sebab tertolaknya berbagai keburukan dengan izin Allah SWT.
“Perbanyaklah istighfar dan mohon ampun kepada Allah SWT atas segala khilaf dan dosa. Perbanyak pula sedekah serta tetap istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Jangan pernah berhenti memperbaiki diri, karena setiap kebaikan yang dilakukan akan menjadi bekal bagi kehidupan di akhirat,” tambah Fuji.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Fuji yang terus istiqomah melaksanakan tugas penyuluhan dan dakwah, khususnya kepada warga binaan. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penyuluh yang senantiasa istiqomah menyebarkan dakwah dan kebaikan, terutama kepada warga binaan di Lapas Kelas I Tanjung Gusta. Kehadiran penyuluh sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan salat Istisqa menjadi bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan,” ujar Agus Salim.
Pelaksanaan salat Istisqa di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan menjadi momentum spiritual bagi warga binaan untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT, sekaligus melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen untuk memperbaiki diri. Melalui bimbingan keagamaan yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan semakin meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebajikan, serta istiqomah menjalankan ketaatan sebagai bekal untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.(Paidi).

