Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Kecamatan Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, mendampingi umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal dalam kegiatan pendalaman bahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2026, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–21.30 WIB tersebut dilaksanakan di rumah keluarga S. Sitanggang/br. Sagala, Jalan Tanah Tinggi, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.
Pendalaman tersebut merupakan pertemuan kedua dalam rangkaian pendalaman bahan BKSN Tahun 2026. Subtema yang dibahas ialah “Pengajaran Yesus tentang Pengutusan Para Murid”, dengan bahan refleksi dari Injil Matius 10:1-15. Melalui kegiatan ini, umat diajak untuk membaca, memahami, dan merefleksikan pesan Kitab Suci serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam pendalaman tersebut, Roni Antonius Sitanggang mengajak umat untuk memahami bagaimana Yesus memanggil dan mengutus para murid untuk melaksanakan tugas pewartaan. Pengutusan para murid menjadi gambaran bahwa pewartaan Sabda Allah merupakan bagian dari panggilan dan perutusan untuk melayani serta menghadirkan kasih Allah di tengah kehidupan masyarakat.
Roni juga mengajak umat untuk menyadari bahwa tugas perutusan tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menyampaikan ajaran, tetapi juga sikap percaya kepada penyelenggaraan Allah. Para murid dipanggil untuk membawa kabar baik, memberikan pelayanan, serta menjadi kesaksian iman melalui kehidupan dan tindakan nyata.
Melalui sharing dan refleksi bersama, umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta diajak menghubungkan pesan Injil Matius 10:1-15 dengan kehidupan menggereja. Semangat para murid yang diutus diharapkan menjadi inspirasi bagi umat untuk semakin berani mengambil bagian dalam pelayanan, pewartaan, dan kesaksian iman, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada penyuluh agama Katolik yang secara berkesinambungan terus hadir mendampingi dan membina umat.
“Terima kasih kepada penyuluh agama Katolik yang terus berkesinambungan membina umat. Jangan pernah putus asa dan tetaplah menebarkan kasih serta kebaikan kepada masyarakat. Insyaallah, setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan kebaikan dari Tuhan,” ujar Agus Salim. Ia berharap pendampingan dan pembinaan keagamaan yang dilakukan para penyuluh dapat terus memberikan manfaat bagi umat serta memperkuat kehidupan beragama yang penuh kasih, pelayanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan pendalaman BKSN pertemuan kedua tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan partisipasi umat. Melalui pendalaman Kitab Suci secara rutin, umat diharapkan semakin mencintai Sabda Allah, mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari, serta semakin menyadari panggilan untuk menjadi pewarta dan pelayan di tengah kehidupan bersama.(RAS/PAI).

