Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal melaksanakan pendampingan katekumen pada Jumat (18/9/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Pendampingan tersebut diikuti dua peserta katekumen, yakni Daud Tarigan dan Fitri Silalahi. Kegiatan merupakan bagian dari proses pembinaan iman yang bertujuan memberikan pemahaman secara bertahap mengenai ajaran dan kehidupan Gereja Katolik sebagai bekal bagi peserta dalam mempersiapkan diri menjadi umat Katolik.
Materi yang dibahas dalam pendampingan kali ini adalah Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat. Keduanya merupakan bagian dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik dan memiliki peranan penting dalam kehidupan serta perutusan umat, khususnya dalam membangun keluarga dan melaksanakan pelayanan di tengah kehidupan Gereja.
Dalam pembahasan Sakramen Perkawinan, peserta diberikan pemahaman bahwa perkawinan Katolik merupakan perjanjian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk persekutuan hidup. Perkawinan dihayati dalam kesetiaan, kasih, tanggung jawab, serta keterbukaan terhadap kehidupan dan pendidikan anak.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan Sakramen Imamat sebagai sakramen yang berkaitan dengan pelayanan dalam Gereja. Melalui Sakramen Imamat, seseorang menerima tahbisan untuk menjalankan tugas pelayanan sesuai tingkatannya, yakni diakon, imam, dan uskup, serta mengambil bagian dalam perutusan Kristus untuk melayani umat Allah.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi penyuluh agama Katolik yang terus memberikan pendampingan dan pembinaan iman kepada umat. Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membantu umat memahami dan mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari.
“Penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada umat. Umat sangat membutuhkan siraman rohani dan penguatan spiritual agar senantiasa meningkatkan keimanan serta mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar,” ujar Agus Salim.
Ia berharap kegiatan pendampingan katekumen dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga peserta memperoleh pemahaman keagamaan yang semakin baik dan mampu menghayati nilai-nilai iman dalam kehidupan.
Melalui pendampingan tersebut, Daud Tarigan dan Fitri Silalahi diharapkan semakin memahami kekayaan ajaran Gereja Katolik mengenai Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat. Pemahaman itu diharapkan membantu peserta semakin mengenal kehidupan Gereja, menghayati panggilan hidup kristiani, serta mempersiapkan diri menjalani kehidupan iman secara lebih matang.(RAS/PAI).

