Doa, Tahajud, dan Sedekah, Penyuluh Kemenag Medan Ajak Jamaah Amalkan QS. As-Sajdah Ayat 16

Medan (Humas) — Doa, tahajud, dan sedekah menjadi tiga amalan yang ditekankan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan di Majelis Taklim (MT) Amaliyah. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jawa, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (23/9/2026), menghadirkan Lela Hamidah, S.Ag., PAI KUA Kecamatan Medan Belawan sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, Lela membahas kandungan QS. As-Sajdah ayat 16 yang menggambarkan kehidupan orang-orang beriman yang mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah malam. Selain itu, ayat tersebut juga mengajarkan pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

Dalam penyampaiannya, Lela menjelaskan bahwa QS. As-Sajdah ayat 16 menggambarkan salah satu ciri orang beriman yang memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Kedekatan tersebut tercermin dari kesediaan seorang hamba meninggalkan kenyamanan tempat tidur untuk berdoa dan melaksanakan ibadah pada malam hari. Menurutnya, tahajud menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat membantu seorang Muslim memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” jelasnya mengutip QS. As-Sajdah ayat 16.

Lebih lanjut, Lela menyampaikan bahwa doa dalam ayat tersebut dilakukan dengan rasa takut sekaligus penuh harapan kepada Allah SWT. Rasa takut membuat seorang hamba menyadari dosa dan kekurangan dirinya, sedangkan harapan mendorongnya untuk tetap yakin terhadap rahmat, ampunan, dan pertolongan Allah SWT. Ia mengajak jamaah menjadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, terlebih ketika menghadapi berbagai persoalan dan membutuhkan ketenangan hati. “Jangan pernah meninggalkan doa, karena doa merupakan bentuk penghambaan kita kepada Allah dan menjadi jalan bagi kita untuk terus berharap kepada pertolongan-Nya,” ujarnya.

Selain itu, Lela mengingatkan bahwa kandungan QS. As-Sajdah ayat 16 tidak hanya berbicara tentang doa dan tahajud, tetapi juga mengajarkan umat untuk berbagi rezeki. Menurutnya, sedekah menjadi bentuk nyata dari keimanan karena manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain yang membutuhkan. Ia mengajak jamaah MT Amaliyah membangun kebiasaan berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing tanpa harus menunggu memiliki kelebihan harta. “Ibadah tidak hanya tentang hubungan kita dengan Allah, tetapi juga bagaimana kita menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui sedekah dan kepedulian,” pesannya.

Senada dengan hal itu, Lela mengajak para jamaah untuk mengamalkan pesan QS. As-Sajdah ayat 16 secara utuh dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan agar doa, tahajud, dan sedekah tidak hanya dipahami sebagai materi pengajian, tetapi dibiasakan menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim. Sementara itu, ia mengingatkan bahwa amalan tersebut perlu dilakukan dengan ikhlas dan konsisten agar memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan pribadi maupun sosial. “Mari kita mulai dari hal sederhana, membiasakan diri berdoa, berusaha bangun untuk tahajud, dan menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah,” ajaknya.

Kegiatan Bimluh berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diikuti dengan antusias oleh jamaah MT Amaliyah. Ketua Pengajian MT Amaliyah, Hj. Safariwati, menyampaikan apresiasi atas pembinaan keagamaan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan. Materi yang disampaikan diharapkan dapat mendorong jamaah untuk tidak hanya memahami kandungan QS. As-Sajdah ayat 16, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan doa, tahajud, dan sedekah, jamaah diharapkan semakin dekat kepada Allah SWT sekaligus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *