Dampingi Katekumen, Penyuluh Katolik KUA Medan Sunggal Bahas Makna 10 Perintah Allah

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan pendampingan katekumen pada Jumat, 25 September 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Kegiatan pendampingan diikuti oleh dua peserta katekumen, yaitu Daud Tarigan dan Fitri Silalahi. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan iman yang bertujuan membantu para katekumen semakin mengenal, memahami, dan menghayati ajaran Gereja Katolik sebagai bekal dalam menjalani kehidupan iman.

Dalam kegiatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi tentang “Sepuluh Perintah Allah”. Materi ini menjadi bagian penting dalam pembinaan katekumen karena Sepuluh Perintah Allah memberikan pedoman moral bagi umat dalam membangun hubungan yang benar dengan Allah serta kehidupan yang baik bersama sesama.
Roni menjelaskan bahwa Sepuluh Perintah Allah tidak hanya dipahami sebagai sejumlah aturan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mengarahkan umat untuk mengasihi Allah dan menghormati sesama. Melalui perintah-perintah tersebut, umat diajak membangun kehidupan yang berlandaskan iman, kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kehidupan.

Para peserta juga diajak merefleksikan penerapan Sepuluh Perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam keluarga, lingkungan Gereja, maupun masyarakat. Dengan demikian, pemahaman yang diperoleh selama pendampingan diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keaktifan para Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan bimbingan dan pelayanan kepada umat. Menurutnya, keberadaan penyuluh agama memiliki peran penting dalam membantu umat meningkatkan keimanan dan pemahaman keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur kepada para Penyuluh Agama Katolik yang terus aktif memberikan bimbingan dan pelayanan kepada umat. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan karena umat membutuhkan tokoh agama untuk senantiasa meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Agus Salim.

Melalui pendampingan yang diberikan Roni Antonius Sitanggang, Daud Tarigan dan Fitri Silalahi diharapkan semakin memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Sepuluh Perintah Allah serta mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tersebut menjadi salah satu bekal bagi para katekumen untuk semakin dewasa dalam iman dan menjalani kehidupan sebagai umat Katolik.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *