Medan (Humas) β Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan kepada peserta pendidikan pada Jumat, 25 September 2026, pukul 15.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor CU Tunas Mekar Medan, Jalan Setia Budi Gg. Rahmat No. 15, Kelurahan Tanjung Sari, Kota Medan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kehidupan berkeluarga. Literasi keuangan menjadi hal penting agar setiap keluarga mampu merencanakan, mengatur, dan menggunakan sumber daya keuangan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Dalam penyampaian materinya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa literasi keuangan mencakup pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pendapatan, pengeluaran, tabungan, serta berbagai kebutuhan keluarga. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu setiap anggota keluarga dalam mengambil keputusan keuangan secara terencana dan tidak berlebihan.
Peserta pendidikan juga diajak memahami pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Selain itu, keluarga perlu membangun kebiasaan membuat anggaran, menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan, menghindari utang konsumtif, serta mempersiapkan kebutuhan masa depan melalui perencanaan keuangan yang baik. Roni menekankan bahwa pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut nilai kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap saling percaya. Dengan komunikasi yang baik, setiap anggota keluarga dapat terlibat dalam merencanakan dan mengelola keuangan secara sehat.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pendampingan dan pelayanan umat yang terus dilakukan Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, termasuk dalam memberikan edukasi kepada peserta pendidikan mengenai pengelolaan keuangan. Menurutnya, pemahaman tersebut penting sebagai bekal dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab. βKita sangat mengapresiasi pendampingan dan pelayanan umat yang diberikan penyuluh agama Katolik. Peserta pendidikan diharapkan mampu mengelola keuangan dengan baik, karena jika boros dalam mengelola keuangan, maka akan sangat sulit mendapatkan kehidupan yang bahagia,β ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan berkeluarga. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga keluarga mampu mengelola keuangan secara bijaksana, membangun ketahanan ekonomi, serta menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab.(RAS/PAI).

