Penyuluh KUA Medan Sunggal: Akhlak Rasulullah SAW Patut Menjadi Teladan dalam Kehidupan

Medan (Humas) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan ajaran Islam, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan dan kekompakan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ubudiyah, Jalan Perjuangan Nomor 400, Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (26/9/2026), dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”. Kegiatan dihadiri Kepala Desa Manunggal Mukhlisin, S.Pd., tokoh masyarakat H. Muhammad Ilyas Harahap, Sekretaris BKM Ferdiansyah Putra, serta ratusan jamaah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol dari Remaja Masjid Ubudiyah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari cilik binaan Masjid Ubudiyah. Ketua panitia Ali Mukmin dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, mulai dari remaja masjid, pengajian ibu-ibu hingga Serikat Tolong Menolong (STM) di lingkungan Masjid Ubudiyah. “Kegiatan PHBI ini merupakan dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam memakmurkan Masjid Ubudiyah,” ujarnya.

Tokoh masyarakat H. Muhammad Ilyas Harahap mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memakmurkan Masjid Ubudiyah sehingga keberadaan masjid dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Ke depan kita berharap bagaimana Masjid Ubudiyah ini jamaahnya semakin makmur dan ramai, sehingga syiar Islam dapat terus berkembang dari masjid ini,” katanya. Sementara itu, Bambang Irawan yang mewakili Ketua BKM Ubudiyah Putra Morasuana yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Murni Teguh, mengajak jamaah mendoakan kesembuhan Ketua BKM sekaligus mendukung berbagai program pembangunan dan renovasi masjid.

Kepala Desa Manunggal Mukhlisin, S.Pd., dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar tidak melewatkan kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial pemerintah apabila memenuhi kriteria. Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 menjadi kelompok yang diprioritaskan sesuai ketentuan program bantuan sosial. Sebelum memasuki acara inti, suasana peringatan Maulid semakin semarak dengan penampilan grup hadroh pengajian ibu-ibu Masjid Ubudiyah yang membawakan lantunan shalawat dan mendapat sambutan hangat dari jamaah.

Penceramah Maulid Nabi Muhammad SAW, Paidi, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, menyampaikan bahwa inti peringatan Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi mengambil pelajaran dari akhlak beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Salah satu inti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah menyempurnakan akhlak. Rasulullah SAW diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, akhlak Rasulullah harus menjadi teladan dalam kehidupan kita,” ujar Paidi.

Paidi juga mengajak jamaah meneladani Rasulullah SAW dalam membangun hubungan harmonis dalam keluarga. Ia mengutip hadis Nabi yang menjelaskan bahwa sebaik-baik orang adalah yang paling baik akhlaknya dan paling baik sikapnya kepada keluarga. “Seorang suami yang baik bukan hanya dinilai dari rajinnya beribadah, bersedekah atau melaksanakan ibadah lainnya, tetapi juga dari bagaimana sikap dan akhlaknya kepada istrinya. Begitu pula seorang istri harus menjaga tutur kata, kelembutan dan ketaatan dalam menjalankan kehidupan rumah tangga,” jelasnya. Ia menekankan bahwa ibadah harus tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I. Ia mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat melalui peringatan hari besar Islam. “Kami mengapresiasi para penyuluh yang terus memberikan pelayanan dan bimbingan kepada umat. Semoga kegiatan bimbingan dan penyuluhan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi ilmu yang disampaikan dapat dipahami, diamalkan dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus Salim. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan memperingati sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum bagi jamaah untuk meneladani akhlak beliau, mempererat persaudaraan, memakmurkan masjid, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *