Medan (Humas) — Kegiatan penyuluhan keagamaan kepada anggota Penguan Opung Jahoras Sitanggang Sekodya Medan dilaksanakan pada Minggu (27/9/2026) pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah keluarga Ny. Simanjuntak/br. Sitanggang, Jalan Aksara, Kelurahan Bantan Timur, Kota Medan.
Kegiatan penyuluhan menjadi kesempatan bagi para anggota untuk berkumpul, mendengarkan pendalaman iman, serta merefleksikan Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pertemuan tersebut, peserta diajak membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kehidupan iman dalam keluarga dan komunitas.
Materi penyuluhan bersumber dari Injil Matius 21:28-32 yang mengisahkan perumpamaan tentang dua orang anak yang diminta oleh ayahnya untuk bekerja di kebun anggur. Melalui perumpamaan tersebut, Yesus mengajarkan pentingnya sikap nyata dalam melaksanakan kehendak Allah.
Peserta diajak memahami bahwa perkataan dan tindakan perlu berjalan bersama. Kesediaan untuk melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dinyatakan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, pertobatan, serta kehidupan yang sesuai dengan iman.
Dalam pendalaman tersebut, anggota Penguan Opung Jahoras Sitanggang Sekodya Medan juga diajak melakukan refleksi terhadap kehidupan masing-masing. Sabda Tuhan diharapkan menjadi pedoman untuk membangun sikap rendah hati, bersedia bertobat, serta semakin setia melaksanakan kehendak Allah dalam keluarga dan kehidupan bersama.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Katolik yang terus memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan kepada umat. Menurutnya, penyuluhan keagamaan memiliki peran penting dalam membantu umat semakin mengenal Tuhan dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
“Dengan adanya siraman kerohanian, umat dapat semakin mengenal Tuhan, memperkuat iman, serta terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus Salim.
Ia berharap pelayanan penyuluhan keagamaan terus dilaksanakan secara berkesinambungan karena tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami pesan yang terkandung dalam Matius 21:28-32 dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan dalam kegiatan juga diharapkan semakin memperkuat persaudaraan, kepedulian, serta kehidupan iman anggota Penguan Opung Jahoras Sitanggang Sekodya Medan.(RAS/PAI).

