Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan kerohanian (Bimroh) kepada pasien rawat inap di RSP CHL USU, Jalan Dr. Mansyur No. 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Senin (28/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Medan Barat, Nita Lamongga. Bimbingan mengangkat tema pentingnya kesabaran dalam menerima ujian dari Allah SWT.
Bimbingan kerohanian dilakukan dengan mengunjungi pasien rawat inap beragama Islam dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Paidi menyapa dan memberikan penguatan kepada para pasien agar senantiasa memiliki kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi kondisi kesehatan yang sedang dialami.
“Setiap ujian yang diberikan Allah SWT hendaknya kita hadapi dengan sabar, tabah, dan ikhlas. Kita harus yakin bahwa di balik setiap ujian terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT,” ujar Paidi.
Dalam kesempatan tersebut, Paidi juga mengingatkan pasien agar tetap menjaga ibadah selama menjalani perawatan sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menurutnya, doa, zikir, dan ibadah dapat menjadi penguat hati sehingga pasien tidak mudah kehilangan harapan dalam menghadapi proses pengobatan.
Sementara itu, Nita Lamongga memberikan semangat dan motivasi kepada pasien agar senantiasa memelihara keyakinan akan pertolongan dan kesembuhan dari Allah SWT. Ia juga mengingatkan pasien untuk mengikuti anjuran tenaga medis serta mengonsumsi obat atau resep yang diberikan dokter.
“Selain berikhtiar melalui pengobatan dan mengikuti anjuran dokter, kita juga harus terus berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan. Jangan kehilangan semangat dan tetap yakin bahwa Allah SWT memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” ujar Nita Lamongga.
Kegiatan bimbingan kerohanian ditutup dengan doa yang dipimpin Paidi. Ia mendoakan agar seluruh pasien diberikan kemudahan, kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan kesembuhan oleh Allah SWT. Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., turut memberikan dukungan kepada para penyuluh agar terus memberikan pendampingan kepada pasien rawat inap. “Pasien membutuhkan siraman kerohanian, pengetahuan agama, serta semangat dalam menjalani proses pengobatan. Pendampingan ini diharapkan dapat menguatkan hati dan membantu mereka tetap optimis dalam menghadapi ujian,” ujar Agus Salim.
Dengan demikian, bimbingan kerohanian menjadi bagian dari ikhtiar memberikan penguatan spiritual kepada pasien agar tetap sabar, ikhlas, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT selama menjalani perawatan.(Paidi).

