Medan (Humas) – Ketakwaan tidak hanya ditunjukkan melalui kesungguhan dalam menjalankan ibadah, tetapi juga tercermin dari kemampuan seseorang mengendalikan diri, berbagi kepada sesama, dan memaafkan kesalahan orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kandungan Surah Ali Imran ayat 133-134 yang menguraikan karakter orang-orang yang bertakwa serta menjadi pedoman dalam membentuk akhlak kehidupan sehari-hari. Minggu (27/9/2026), Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan Masdar Tambusai, S.Ag. menyampaikan penyuluhan keagamaan melalui siaran on air di Radio Aqila FM dengan mengangkat tema “Sifat-Sifat Orang yang Bertakwa Menurut Surah Ali Imran Ayat 133-134”. Penyampaian materi tersebut menjadi salah satu upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam menghadirkan edukasi keagamaan yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Dalam penyampaiannya, Masdar menjelaskan bahwa Surah Ali Imran ayat 133-134 menggambarkan sejumlah karakter yang perlu dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa. Ia menekankan pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam membentuk sikap, terutama ketika menghadapi berbagai keadaan dalam kehidupan. “Orang yang bertakwa bukan hanya mereka yang rajin beribadah, tetapi juga mampu mengendalikan diri, berbuat baik, dan menjaga hubungan dengan sesama,” ujar Masdar. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memahami pesan Al-Qur’an secara utuh agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Lebih lanjut, Masdar menerangkan bahwa ayat tersebut menyebutkan orang-orang yang menginfakkan hartanya dalam keadaan lapang maupun sempit serta mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Menurutnya, sifat-sifat tersebut menunjukkan bahwa ketakwaan memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan seseorang mengelola diri dan memperlakukan orang lain dengan baik. “Ketika seseorang mampu menahan amarah dan memilih memaafkan, di situlah terlihat bagaimana nilai ketakwaan itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Senada dengan hal itu, ia mengingatkan bahwa pengendalian emosi merupakan bagian penting dalam menjaga keharmonisan hubungan di tengah keluarga dan masyarakat.
Masdar juga mengajak pendengar untuk tidak berhenti pada pemahaman terhadap kandungan ayat, tetapi berusaha mengamalkannya secara bertahap dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa sikap gemar berbagi, mampu mengendalikan amarah, dan mudah memaafkan merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. “Mari kita jadikan sifat-sifat orang bertakwa ini sebagai bahan evaluasi diri, apakah kita sudah mampu berbagi ketika memiliki maupun ketika berada dalam keterbatasan, serta mampu menahan amarah dan memaafkan,” terangnya. Sementara itu, penyampaian melalui radio dapat menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat dengan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Sebagai Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Masdar terus mendorong masyarakat agar menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Ia menyampaikan bahwa ketakwaan perlu dibuktikan melalui kebiasaan positif yang tercermin dalam hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama manusia. “Ketakwaan harus terlihat dalam akhlak dan perilaku kita, karena orang yang bertakwa akan berusaha berbuat baik, mengendalikan dirinya, serta memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya. Selain itu, ia berharap materi yang disampaikan melalui siaran tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengamalan ajaran agama.
Penyuluhan keagamaan melalui Radio Aqila FM menjadi salah satu bentuk pemanfaatan media komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas. Materi tentang sifat-sifat orang bertakwa berdasarkan Surah Ali Imran ayat 133-134 diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pengendalian diri, kepedulian sosial, dan sikap saling memaafkan. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan, baik keluarga, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, penyuluhan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mendorong pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

