Bimbing Ibu-Ibu MT Nurul Huda, PAI Kemenag Medan Tekankan Pentingnya Pengamalan Nilai Keagamaan

Medan (Humas) – Pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang berlandaskan keimanan dan akhlak yang baik. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan, H.M. Affan Sihite, saat memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Nurul Huda di Jalan Pancasila, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mendorong penerapannya dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Selain itu, peserta diajak untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman yang tercermin dalam sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari.

Dalam penyuluhan tersebut, H.M. Affan Sihite menyampaikan materi keagamaan dengan mengaitkannya pada kehidupan sehari-hari para peserta. Ia mengajak ibu-ibu MT Nurul Huda untuk tidak berhenti pada pemahaman agama secara teori, tetapi berupaya mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata. Menurutnya, pengetahuan agama akan lebih bermakna apabila diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan ajaran Islam. “Bimbingan dan penyuluhan agama ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus belajar dan memperkuat pemahaman keagamaan, sehingga apa yang kita ketahui dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Affan Sihite.

Selain itu, Affan Sihite menekankan bahwa pengamalan nilai keagamaan dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menjelaskan bahwa ibu memiliki peran penting dalam menciptakan suasana keluarga yang mendukung tumbuhnya kebiasaan baik dan pengamalan ajaran agama. Keteladanan dalam sikap dan perilaku juga menjadi bagian dari pendidikan keagamaan yang dapat diterapkan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Keluarga merupakan tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai agama, karena itu pemahaman yang baik perlu disertai keteladanan dalam sikap dan perbuatan,” katanya.

Sementara itu, bimbingan dan penyuluhan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pembahasan serta menghubungkan nilai-nilai agama dengan berbagai situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didorong untuk menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam membangun hubungan yang baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Senada dengan hal itu, pengamalan nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga lisan, membantu sesama, serta menjalankan tanggung jawab dengan baik. Dengan demikian, pemahaman agama diharapkan dapat terlihat dalam perilaku nyata dan memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

Kehadiran PAI Kemenag Medan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas penyuluh dalam memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat. Selain memberikan pemahaman, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong peserta agar mampu menerapkan nilai-nilai agama secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan kepada ibu-ibu MT Nurul Huda juga diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter dan kebiasaan yang baik. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan diikuti dengan penuh perhatian oleh para peserta.

Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu MT Nurul Huda diharapkan semakin memahami bahwa nilai keagamaan tidak hanya dipelajari, tetapi juga perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Pengamalan ajaran agama diharapkan dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan kemudian memberikan pengaruh positif dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pemahaman yang disertai praktik nyata dapat membantu membentuk kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Kegiatan penyuluhan diharapkan terus memberikan manfaat dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan membangun keluarga yang berakhlak serta peduli terhadap sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *