Medan (Humas) – Masa pembinaan dapat menjadi kesempatan bagi setiap warga binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembinaan secara umum, tetapi juga membutuhkan penguatan spiritual agar setiap individu memiliki keteguhan hati dalam menjalani tahapan kehidupan. Sabtu (26/9/2026), Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan Hj. Nunung Ismayanti, MA. menyampaikan tausiah kepada warga binaan perempuan dalam kegiatan bersama Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Sumatera Utara di Lapas Perempuan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang mendorong warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk mengevaluasi diri dan menata kembali kehidupan.
Dalam tausiah yang disampaikan, Hj. Nunung mengajak warga binaan untuk tidak memandang masa pembinaan hanya sebagai masa yang harus dilalui, tetapi sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif. Menurutnya, pengalaman yang telah dilalui dapat menjadi bahan pembelajaran untuk membentuk sikap yang lebih baik dan memperkuat kedekatan kepada Allah SWT. “Masa pembinaan ini mari kita jadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari pengalaman, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Nunung. Selain itu, ia mengingatkan agar setiap warga binaan tetap memiliki harapan serta menjalani proses pembinaan dengan kesabaran dan keikhlasan.
Nunung menjelaskan bahwa proses memperbaiki diri membutuhkan kemauan untuk melakukan evaluasi terhadap sikap dan perilaku yang telah dijalani sebelumnya. Ia mengajak warga binaan untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik secara bertahap dan menggantinya dengan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama. “Apa yang sudah terjadi di masa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk berubah, justru dapat kita jadikan pelajaran agar ke depan kita lebih berhati-hati dalam menentukan langkah,” katanya. Senada dengan hal itu, ia menekankan pentingnya menjadikan ibadah, kesabaran, dan akhlak yang baik sebagai bagian dari proses perubahan diri.
Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Nunung juga mendorong warga binaan untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, sikap saling menghargai, menjaga ucapan, mengendalikan emosi, dan saling memberikan dukungan merupakan bagian dari proses membentuk pribadi yang lebih baik. “Perubahan diri dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti belajar mengendalikan emosi, menjaga lisan, menghargai orang lain, dan membiasakan diri melakukan kebaikan,” terangnya. Sementara itu, kebiasaan positif yang dibangun selama masa pembinaan diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi bekal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Sebagai Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Hj. Nunung Ismayanti, MA. menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran dalam memberikan penguatan moral dan spiritual kepada warga binaan. Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiah tidak berhenti sebagai nasihat, tetapi dapat menjadi dorongan untuk melakukan perubahan secara nyata. “Kita semua memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik, sehingga manfaatkan masa pembinaan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik,” ungkapnya. Selain itu, ia mengajak warga binaan untuk terus menumbuhkan keyakinan bahwa setiap proses perbaikan membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar.
Kegiatan tausiah bersama KPRK MUI Sumatera Utara tersebut memberikan ruang bagi warga binaan perempuan untuk mendapatkan penguatan keagamaan selama menjalani masa pembinaan. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa proses pembinaan dapat dimanfaatkan untuk melakukan introspeksi, membangun kebiasaan positif, dan mempersiapkan perubahan diri secara berkelanjutan. Penguatan spiritual diharapkan dapat membantu warga binaan memiliki bekal nilai keagamaan dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Dengan demikian, masa pembinaan tidak hanya menjadi bagian dari proses yang harus dijalani, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk menata diri dan membangun harapan menuju kehidupan yang lebih baik.

