Medan (Humas) – Sebanyak 33 siswa berprestasi yang berhasil menjadi pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Medan menerima penghargaan sekaligus dilepas untuk mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Utara. Penyerahan penghargaan dan pelepasan kontingen tersebut dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Senin (28/9/2026), sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan bagi para siswa yang akan membawa nama Kota Medan pada ajang tingkat provinsi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Terbuka Kantor Kementerian Agama Kota Medan tersebut dihadiri para kepala madrasah, guru pembimbing dan pelatih, serta para siswa penerima penghargaan. Penghargaan berupa piagam dan piala diberikan atas capaian para peserta pada OMI tingkat Kota Medan, sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk melanjutkan perjuangan pada kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di Kota Binjai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Zainul Ihsan Nasution, SE., dalam arahannya menyampaikan bahwa para siswa yang mengikuti OMI tingkat provinsi merupakan duta Kota Medan. Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga menjaga sikap dan nama baik madrasah serta daerah yang mereka wakili.
“Para siswa yang mengikuti OMI tingkat Provinsi Sumatera Utara ini adalah duta Kota Medan. Pesan kami, jaga nama baik Kementerian Agama dan Pemko Medan. Ajang ini bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama madrasah dan Kota Medan. Untuk itu, jaga akhlakul karimah selama bertanding,” ucap Zainul.

Kasubbag TU H. Zainul Ihsan juga mengingatkan para siswa agar menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, kemampuan yang telah diperoleh melalui proses pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan perlu ditampilkan dengan penuh percaya diri, disertai doa, kesehatan yang terjaga, serta kekompakan seluruh anggota kontingen.
“Bertandinglah dengan menjunjung tinggi sportivitas dan tunjukkan seluruh kemampuan sebagaimana yang telah diajarkan oleh para pelatih dan pembimbing. Jangan lupa berdoa sebagai bagian dari ikhtiar, jaga kesehatan, dan tetap kompak sebagai tim Kota Medan,” pesannya.
Kepada para guru pembimbing dan pendamping, H. Zainul Ihsan turut mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi para siswa selama mengikuti rangkaian kompetisi. Kebutuhan makan dan minum, istirahat, serta asupan nutrisi perlu diperhatikan agar siswa dapat mengikuti perlombaan dengan kondisi yang baik dan lebih fokus pada bidang studi yang dilombakan.
“Khusus kepada pembimbing, perhatian juga kesehatan para siswa yang bertanding, termasuk makan, minum, dan asupan vitamin. Hal itu perlu diperhatikan sehingga para siswa kita lebih fokus pada bidang studi yang dilombakan. Kita berharap siswa madrasah Kota Medan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya,” terang Zainul.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, M.Pd., menjelaskan bahwa 33 siswa yang menjadi kontingen Kota Medan berasal dari jenjang pendidikan yang beragam, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah dan SD, Madrasah Tsanawiyah dan SMP, hingga Madrasah Aliyah dan SMA. Para siswa tersebut merupakan peserta yang telah menunjukkan prestasi pada OMI tingkat Kota Medan dan selanjutnya berhak mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Yose Rizal menyampaikan bahwa bidang yang dipertandingkan mencakup sejumlah disiplin ilmu, di antaranya IPA, IPS, Fisika, Biologi, Kimia, Matematika, dan Geografi yang diintegrasikan dengan nilai-nilai serta materi keagamaan. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperlihatkan karakter dan wawasan yang diperoleh melalui pendidikan madrasah.
“Kontingen OMI Kota Medan berjumlah 33 orang yang mengikuti pertandingan pada berbagai bidang studi, di antaranya IPA, IPS, serta bidang yang diintegrasikan dengan pelajaran agama. Peserta yang mengikuti kompetisi merupakan siswa berprestasi pada tingkat Kota Medan, termasuk dari madrasah dan sekolah umum yang memenuhi ketentuan,” jelas Yose Rizal.
Ia menambahkan, OMI merupakan ajang yang terbuka bagi peserta dari madrasah maupun sekolah umum sesuai dengan ketentuan kompetisi. Pelaksanaan dan penilaian dilakukan berdasarkan mekanisme yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan masing-masing secara objektif.

Menurut Yose Rizal, capaian pada tingkat kota hendaknya menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan persiapan. Ia berpesan agar para peserta tidak cepat berpuas diri karena masih terdapat tahapan kompetisi yang harus dihadapi di tingkat provinsi.
“Apa yang sudah diraih hari ini jangan membuat kita berpuas diri. Tetap semangat mengejar target ke depan, terus belajar dan tingkatkan persiapan. Kalian sudah sampai pada tahap ini karena ada kerja keras dan kemampuan yang telah ditunjukkan,” ujarnya.
Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Kemenag Kota Medan terhadap kerja keras para siswa, guru pembimbing, dan pelatih yang telah mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan OMI tingkat Kota Medan. Selain penghargaan, pelepasan kontingen juga menjadi momentum untuk memberikan motivasi dan penguatan kepada para siswa sebelum berkompetisi di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Dengan bekal prestasi, pembinaan, dan persiapan yang telah dilakukan, 33 siswa kontingen Kota Medan selanjutnya akan mengikuti OMI tingkat Provinsi Sumatera Utara pada 5–6 Oktober 2026 di Kota Binjai. Kemenag Kota Medan berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan menjunjung sportivitas, menjaga akhlakul karimah, serta memberikan kemampuan terbaik dalam membawa nama madrasah dan Kota Medan.

