Penyuluh Katolik KUA Medan Sunggal Bahas Teknis Pertemuan Sinodal

Medan (Humas) — Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal menyampaikan hal-hal teknis pelaksanaan Pertemuan Sinodal Tingkat Lingkungan kepada Tim Sinode Paroki Hayam Wuruk Medan pada pukul 18.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Paroki Hayam Wuruk Medan, Jalan Hayam Wuruk No. 3, Kelurahan Petisah Hulu, Kota Medan, Selasa (29/09/2026).

Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Pertemuan Sinodal Tingkat Lingkungan di wilayah Paroki Hayam Wuruk Medan. Tim Sinode Paroki mendapatkan penjelasan mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan agar pelaksanaan pertemuan di tingkat lingkungan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam pemaparannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan sejumlah hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan pertemuan sinodal. Pembahasan diarahkan pada kesiapan pengurus dan tim pendamping, mekanisme pelaksanaan pertemuan, pengelolaan proses dialog, serta pentingnya menciptakan suasana yang terbuka dan partisipatif.

Roni juga menekankan pentingnya semangat sinodal dalam setiap proses pertemuan, yaitu berjalan bersama, saling mendengarkan, berdialog, dan memberikan ruang bagi umat untuk menyampaikan pengalaman serta pandangannya. Dengan demikian, pertemuan di tingkat lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi menjadi ruang bersama untuk mendengarkan suara umat.
Tim Sinode Paroki Hayam Wuruk Medan turut mengikuti pembahasan dan melakukan koordinasi mengenai persiapan pelaksanaan kegiatan di lingkungan masing-masing. Berbagai aspek teknis diharapkan dapat dipahami dengan baik sehingga tim mampu memberikan pendampingan kepada para pengurus lingkungan dalam melaksanakan Pertemuan Sinodal Tingkat Lingkungan.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pendampingan dan pelayanan kepada umat. Menurutnya, keberadaan penyuluh di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam membantu umat memperkuat dan mengasah kehidupan keimanan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan para penyuluh agama yang selalu dekat dan hadir untuk melayani umat. Masyarakat membutuhkan pendampingan agar imannya terus diasah, semakin mengingat Tuhan, serta memahami tanggung jawabnya dalam kehidupan. Dengan keimanan yang kuat, diharapkan lahir manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki tanggung jawab, serta dapat berguna dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” ujar Agus Salim.

Ia menambahkan bahwa pelayanan dan pembinaan keagamaan yang dilakukan para penyuluh merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai keimanan. Kehadiran penyuluh di tengah umat diharapkan dapat terus memberikan manfaat melalui pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Melalui pertemuan persiapan ini, diharapkan Tim Sinode Paroki Hayam Wuruk Medan semakin siap mendampingi pelaksanaan Pertemuan Sinodal Tingkat Lingkungan. Persiapan yang matang diharapkan dapat mendukung terciptanya proses sinodal yang tertib, terbuka, partisipatif, dan memberikan kesempatan kepada umat untuk mengambil bagian dalam kehidupan serta perutusan Gereja.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *