Medan (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan Kementerian Agama Kota Medan melalui salah satu staf Seksi Bimas Kristen, Marthin Nainggolan, S.Pd.K. Bersama Tim Simfoni Choir Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Marthin berhasil meraih Gold Medal atau Medali Emas pada dua kategori sekaligus dalam ajang 1st Samosir International Choir Competition yang berlangsung pada 24–27 September 2026. Dua kategori tersebut yakni Mixed Choir Category dan Folksong Category, yang diikuti dalam kompetisi paduan suara tingkat internasional yang diselenggarakan di Hotel Mariana Resort, Kabupaten Samosir. Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi dan prestasi staf Kemenag Medan dalam bidang seni dan paduan suara di tengah keterlibatannya bersama lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI.
Marthin Nainggolan merupakan salah satu Staf Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan yang turut bergabung bersama Simfoni Choir IAKN Tarutung dalam kompetisi tersebut. Keikutsertaannya menjadi bagian dari kiprah tim dalam menampilkan kemampuan vokal dan musikal pada dua kategori yang diperlombakan. “Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari Tim Simfoni Choir IAKN Tarutung dan memperoleh Gold Medal pada dua kategori yang diikuti, yakni Mixed Choir Category dan Folksong Category,” ujar Marthin Nainggolan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterlibatan aparatur Kementerian Agama dapat hadir dalam berbagai bidang yang mendukung pengembangan bakat dan kreativitas.
Selain itu, pencapaian dua medali emas tersebut menjadi hasil dari proses dan kerja sama seluruh anggota tim dalam mengikuti kompetisi. Kategori Mixed Choir dan Folksong memiliki karakter penyajian yang berbeda sehingga membutuhkan kesiapan dan kekompakan dalam penampilan. Keberhasilan meraih medali emas pada kedua kategori tersebut menjadi capaian yang turut membawa nama Simfoni Choir IAKN Tarutung dalam ajang yang diselenggarakan di Kabupaten Samosir. Dengan demikian, keikutsertaan dalam kompetisi tidak hanya menjadi ruang berkompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan seni dan membangun pengalaman bagi para peserta.
Sementara itu, 1st Samosir International Choir Competition dilaksanakan selama empat hari, yakni 24 hingga 27 September 2026, dengan Hotel Mariana Resort Kabupaten Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan. Ajang tersebut menjadi ruang pertemuan bagi peserta paduan suara untuk menampilkan kemampuan vokal, musikalitas, dan kekompakan dalam kategori yang diikuti. Senada dengan hal itu, keterlibatan Simfoni Choir IAKN Tarutung menunjukkan adanya ruang bagi lembaga pendidikan keagamaan untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan anggota tim melalui bidang seni. Prestasi yang diraih kemudian menjadi bagian dari pengalaman yang dapat memperkuat semangat untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan.
Bagi Kementerian Agama Kota Medan, capaian tersebut turut memberikan warna positif bagi lingkungan kerja melalui prestasi yang diraih oleh salah satu stafnya. Keberhasilan Marthin bersama Simfoni Choir IAKN Tarutung juga memperlihatkan bahwa pengembangan potensi dan kreativitas dapat berjalan berdampingan dengan tugas kedinasan. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan seni dapat menjadi sarana membangun kolaborasi, kedisiplinan, kekompakan, serta kepercayaan diri dalam mencapai tujuan bersama. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi melalui kemampuan yang dimiliki di berbagai bidang.
Perolehan dua Gold Medal pada 1st Samosir International Choir Competition menjadi catatan prestasi Marthin Nainggolan bersama Tim Simfoni Choir IAKN Tarutung dalam ajang yang berlangsung di Kabupaten Samosir. Capaian pada Mixed Choir Category dan Folksong Category menunjukkan hasil dari keterlibatan tim dalam kompetisi paduan suara yang diikuti. Selain itu, prestasi tersebut turut membawa semangat berkarya bagi lingkungan Kementerian Agama, khususnya melalui keterlibatan aparatur dalam kegiatan positif di luar tugas kedinasan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi dorongan untuk terus mengembangkan talenta, kreativitas, dan kontribusi melalui bidang masing-masing.

