Medan (Humas) – Kepedulian kepada sesama menjadi salah satu nilai yang terus ditanamkan Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Medan dalam pembinaan kehidupan rohani masyarakat. Nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui ibadah dan pembinaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata dengan mengajak kelompok lansia untuk berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan. Semangat itu terlihat dalam ibadah dan kunjungan kasih ke dua panti asuhan di Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (30/9/2026), yang dirangkai dengan penyerahan donasi untuk membantu kebutuhan sewa rumah Panti Asuhan Ebenaezer dan Panti Asuhan Surya. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kemenag Medan menguatkan pesan bahwa usia dan latar belakang bukan menjadi batas untuk berbuat baik, sebab setiap orang dapat menjadi berkat dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Kegiatan diawali dengan ibadah bersama sebelum dilanjutkan dengan kunjungan kasih kepada anak-anak di Panti Asuhan Ebenaezer dan Panti Asuhan Surya. Setelah ibadah, bantuan diserahkan untuk mendukung kebutuhan sewa rumah kedua panti asuhan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pelayanan dan pengasuhan. Donasi yang diberikan dihimpun melalui dukungan dari saudara, sahabat, serta kelompok lansia yang turut tergerak untuk berbagi. “Saya membantu mencari donasi dari saudara dan sahabat, juga dari para lansia yang kami layani, karena saya ingin menanamkan visi kepada mereka supaya terus berbagi kasih dan berbuah dengan menolong orang yang membutuhkan,” ujar Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan.
Selain itu, keterlibatan kelompok lansia dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan rohani yang diarahkan agar nilai-nilai kasih tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Penyuluh Agama Kemenag Medan mendorong para lansia untuk memanfaatkan kesempatan dan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk membantu kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan. Dengan demikian, kegiatan berbagi kasih menjadi sarana untuk membangun kebiasaan saling menolong dan memperkuat kepedulian sosial.

Sementara itu, kelompok lansia yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari masyarakat dengan latar belakang yang beragam, termasuk sebagian pensiunan pegawai dan mereka yang memiliki kemampuan ekonomi yang cukup. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menumbuhkan semangat berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Senada dengan hal itu, pengalaman hidup dan kemampuan yang dimiliki para lansia dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain. Pembinaan rohani kemudian diarahkan agar para lansia tidak hanya menerima penguatan spiritual, tetapi juga memiliki ruang untuk menyalurkan kasih melalui kepedulian sosial.
Kunjungan kasih tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Penyuluh Agama Kemenag Medan, kelompok lansia, pengelola panti asuhan, dan anak-anak yang berada di dalamnya. Kehadiran secara langsung di lingkungan panti memberikan kesempatan untuk membangun silaturahmi sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara lebih dekat. Selain bantuan untuk kebutuhan sewa rumah, perhatian dan kebersamaan yang diberikan juga menjadi bentuk dukungan moral bagi penghuni panti. Melalui kegiatan tersebut, pesan keagamaan tentang kasih, kepedulian, dan menolong sesama dapat diwujudkan dalam aksi yang memberikan manfaat secara langsung.
Ibadah dan kunjungan kasih ke dua panti asuhan di Kecamatan Medan Helvetia menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama Kemenag Medan dalam membangun kepedulian di tengah masyarakat. Semangat berbagi yang ditanamkan melalui pembinaan kelompok lansia diharapkan dapat terus berkembang menjadi kebiasaan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Selain itu, dukungan dari keluarga, sahabat, dan kelompok lansia menunjukkan bahwa aksi kepedulian dapat tumbuh melalui kebersamaan dan partisipasi berbagai pihak. Melalui semangat “Penyuluh Bergerak, Penyuluh Berkarya”, pembinaan keagamaan diharapkan tidak hanya menguatkan kehidupan rohani, tetapi juga mendorong lahirnya tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.

