Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat sekolah menengah dan atas Kementerian Agama Kota Medan, Dewi Sartika Simbolon, melaksanakan monitoring pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMA Swasta Santo Thomas 2 Medan, Rabu (30/09/2026). Kunjungan yang berlangsung di Jl. Letjen S. Parman No. 107, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, tersebut difokuskan pada pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.
Dalam monitoring tersebut, Dewi meninjau kesiapan dan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang dilakukan oleh guru. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan dan penggunaan perangkat pembelajaran, kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, serta upaya guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan mendorong keterlibatan peserta didik.
Kegiatan monitoring juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi bersama guru Pendidikan Agama Katolik, Amran Sinaga dan Inri Tumanggor. Pembahasan diarahkan pada proses pembelajaran, termasuk strategi penyampaian materi, pelaksanaan asesmen atau evaluasi pembelajaran, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Agama Katolik.
Dewi Sartika Simbolon mengatakan, monitoring pembelajaran dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan pembelajaran sekaligus memberikan pendampingan kepada guru. “Yang kami lihat bukan hanya kelengkapan administrasi, tetapi bagaimana pembelajaran benar-benar berlangsung, mulai dari perencanaan, proses mengajar, sampai evaluasi hasil belajar peserta didik,” ujar Dewi.
Melalui monitoring ini, diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMA Swasta Santo Thomas 2 Medan dapat terus berkembang dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pengawasan dan pendampingan Kementerian Agama Kota Medan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di satuan pendidikan.

