Medan (Humas) — Upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui pembinaan keagamaan terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai. Melalui Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai mengajak jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Ikhwan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan sekaligus pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Bimluh tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Raya Menteng Gang Benteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Senin (5/10/2026). Kegiatan yang berlangsung ba’da Zuhur, pukul 14.30 hingga 16.00 WIB, diikuti dengan antusias oleh jamaah MT Al-Ikhwan. Materi yang disampaikan mengangkat pembahasan tentang 10 surat yang disebut dalam kajian Kitab Nashaihul ‘Ibad sebagai bagian dari ikhtiar memohon perlindungan dari berbagai bala dan kesulitan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.HI., S.Pd.I., dalam penyampaiannya mengingatkan jamaah bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas membaca ayat, tetapi merupakan ibadah yang dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika menghadapi ujian, kecemasan, maupun persoalan keluarga, seorang Muslim dianjurkan untuk memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah melalui doa, ibadah, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
Salah satu surat yang dibahas adalah Al-Fatihah yang dikenal sebagai Ummul Kitab. Surat tersebut mengandung permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk dan pertolongan dalam menjalani kehidupan. Jamaah juga diajak memahami kandungan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas yang mengajarkan kemurnian tauhid sekaligus doa memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai bentuk keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Pembahasan kemudian diarahkan pada Ayat Kursi dalam Surat Al-Baqarah ayat 255. Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa ayat tersebut mengandung penegasan mengenai kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Dengan membaca dan menghayati kandungannya, umat diharapkan semakin menyadari bahwa perlindungan sejati berasal dari Allah sehingga hati menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai keadaan.
Surat Al-Baqarah juga mendapat perhatian dalam pembahasan. Jamaah diingatkan agar rumah tangga tidak hanya dipenuhi dengan aktivitas duniawi, tetapi juga dihidupkan dengan bacaan Al-Qur’an, zikir, doa, dan ibadah. Menurutnya, suasana religius di dalam rumah dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun keluarga yang memiliki ketenangan dan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Rumah yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan menjadi tempat tumbuhnya ketenangan, kasih sayang dan keberkahan,” jelas Khoiruz Zaman.
Ia juga memberikan penekanan agar istilah “penolak bala” tidak dipahami secara keliru. Menurutnya, bacaan Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang bekerja secara mandiri untuk menolak bala, karena segala perlindungan dan pertolongan pada hakikatnya hanya berasal dari Allah SWT. Membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari doa dan ikhtiar seorang hamba dalam memohon pertolongan-Nya.
“Jangan sampai kita hanya mengejar bacaannya, tetapi lupa kepada Allah yang menurunkan Al-Qur’an. Bacaan Al-Qur’an harus melahirkan keyakinan, tawakal, memperbaiki akhlak dan mendorong kita untuk semakin taat kepada Allah,” tegasnya.
Dalam konteks membangun keluarga sakinah, Khoiruz Zaman mengajak jamaah untuk membiasakan membaca Al-Qur’an bersama keluarga. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan setelah salat maupun pada waktu-waktu lain yang memungkinkan. Ia juga mendorong para orang tua untuk mengenalkan dan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak sejak dini sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh sebagai bagian dari kehidupan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Karena itu, keteladanan orang tua dalam beribadah, membaca Al-Qur’an, menjaga komunikasi, serta menghadapi persoalan dengan sabar dan bijaksana memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak.
“Kalau Al-Qur’an hadir dalam kehidupan keluarga, insyaallah keluarga memiliki pegangan ketika menghadapi persoalan. Bukan berarti masalah tidak akan datang, tetapi keluarga memiliki bekal untuk menghadapinya dengan doa, kesabaran, tawakal dan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Jamaah diberikan kesempatan untuk bertanya sekaligus menyampaikan pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan keluarga. Diskusi kemudian berkembang pada berbagai persoalan yang sering dihadapi dalam rumah tangga, seperti kecemasan, perbedaan pendapat, konflik keluarga, hingga bagaimana menghadapi berbagai ujian dengan memperkuat ibadah dan komunikasi antaranggota keluarga.
Ketua MT Al-Ikhwan, Tissa Heni, menyambut baik pelaksanaan Bimluh tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari jamaah, khususnya dalam membangun keluarga yang tidak hanya harmonis secara hubungan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan nilai-nilai agama.
“Saya senang dengan kegiatan seperti ini. Materinya bermanfaat dan memberikan pemahaman kepada kami bahwa membangun keluarga sakinah bukan hanya tentang hubungan sesama anggota keluarga, tetapi juga bagaimana mendekatkan keluarga kepada Allah dan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan salah seorang jamaah, Evi Sariani. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dari materi yang disampaikan, terutama mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan ketika keluarga menghadapi persoalan.
“Senang sekali mengikuti Bimluh ini. Banyak ilmu yang kami dapat, terutama tentang bagaimana menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan ketika menghadapi persoalan dalam keluarga,” katanya.
Sementara itu, Sarina Daulay selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai yang telah memberikan pembinaan kepada jamaah MT Al-Ikhwan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada jamaah untuk terus menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi.
Kegiatan Bimluh kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Syaiful Akhyar, S.HI. Para jamaah berharap pembinaan Keluarga Sakinah dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan menghadirkan materi-materi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Medan Denai terus mendorong penguatan peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi ruang untuk saling menguatkan, mempererat silaturahmi, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya keluarga yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, memperkuat ibadah, membangun komunikasi yang baik, serta menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini, keluarga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih kokoh. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

