Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen pada Minggu (4/10/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, ini menjadi bagian dari upaya pembinaan iman bagi para katekumen agar semakin memahami kehidupan dan ajaran Gereja Katolik.
Pendampingan diikuti oleh dua orang katekumen yang tengah menjalani proses pembinaan menuju kehidupan sebagai umat Katolik. Melalui kegiatan tersebut, para katekumen mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan keagamaan sekaligus mempersiapkan diri secara rohani dalam menghayati nilai-nilai iman serta membangun kehidupan menggereja yang semakin baik.
Dalam pendampingan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi bertema “Doa dan Spiritualitas Doa.” Ia menjelaskan bahwa doa merupakan bentuk komunikasi dan relasi umat beriman dengan Allah. Melalui doa, setiap pribadi diajak membuka hati kepada Tuhan, menyampaikan rasa syukur dan permohonan, serta menyerahkan seluruh perjalanan hidup kepada penyelenggaraan-Nya.
“Doa bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi jalan untuk membangun relasi yang semakin dekat dengan Allah dan menghidupi iman dalam keseharian,” ujar Roni.
Roni juga mengajak para katekumen untuk memahami bahwa spiritualitas doa merupakan sikap hidup yang senantiasa menyadari kehadiran Allah. Karena itu, kehidupan doa perlu diwujudkan melalui sikap percaya, rendah hati, bersyukur, serta kesediaan untuk mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan. Para katekumen juga didorong membangun kebiasaan doa secara teratur, baik melalui doa pribadi maupun doa bersama.
Kegiatan pendampingan berlangsung dalam suasana pembelajaran dan refleksi yang positif. Melalui materi Doa dan Spiritualitas Doa, para katekumen diharapkan semakin memahami pentingnya doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan iman Katolik, sekaligus semakin siap bertumbuh dalam iman, mempererat relasi dengan Allah, serta aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

