Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, mendampingi umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal dalam kegiatan pendalaman iman bertema “Sejarah Doa Rosario”, Jumat (2/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 20.00–21.30 WIB di rumah keluarga P. Harus/Br. Siburian, Jalan Tapian Nauli Pasar IV, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Bulan Rosario yang secara khusus diperingati umat Katolik setiap bulan Oktober. Pendalaman iman ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal latar belakang, perkembangan, serta makna Doa Rosario dalam kehidupan iman Gereja Katolik.
Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Doa Rosario merupakan salah satu bentuk doa devosi yang membantu umat merenungkan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.
Melalui doa tersebut, umat diajak untuk tidak hanya mengucapkan rangkaian doa, tetapi juga menghayati misteri iman yang direnungkan.
Roni juga menjelaskan perkembangan tradisi Rosario dalam kehidupan Gereja. Doa Rosario berkembang sebagai salah satu bentuk doa yang dekat dengan kehidupan umat dan menjadi sarana untuk merenungkan karya keselamatan Allah. Tradisi tersebut kemudian semakin dikenal dan dipraktikkan secara luas oleh umat Katolik di berbagai tempat.
Lebih lanjut, umat diajak menjadikan Bulan Rosario sebagai momentum untuk memperbarui kehidupan doa, baik secara pribadi maupun bersama keluarga dan komunitas. Doa Rosario diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi menjadi sarana untuk membangun kedekatan dengan Tuhan, meneladan iman Maria, serta menghadirkan semangat kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi semangat Penyuluh Agama Katolik yang terus memberikan pendampingan dan pelayanan kepada umat. Menurutnya, kegiatan penyuluhan keagamaan merupakan bagian penting dari pelayanan KUA kepada masyarakat karena memberikan dampak langsung dalam kehidupan umat.
“Apresiasi kepada Penyuluh Agama Katolik yang tetap semangat mendampingi umat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini akan memberikan dampak langsung yang dirasakan umat, sehingga manusia semakin mengenal Tuhan, meningkatkan kedekatan dengan Tuhan, dan pada akhirnya melahirkan perilaku religius yang santun serta kehidupan beragama yang baik,” ujar Agus Salim.
Kegiatan yang diikuti umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan refleksi. Melalui pendalaman sejarah Doa Rosario, umat diharapkan semakin memahami nilai dan makna devosi Rosario serta semakin tekun menghidupinya selama Bulan Rosario dan dalam kehidupan iman sehari-hari.(RAS/PAI).

