Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan Katekese Lima Menit kepada umat di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (04/10/2026) pukul 09.45 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Roni menyampaikan materi bertema “Menerima Komuni Suci dari Seorang Pelayan Luar Biasa Komuni Suci (PLBKS)”. Materi tersebut diberikan untuk membantu umat memahami sikap dan tata cara yang tepat ketika menerima Komuni Suci yang dilayani oleh PLBKS dalam Perayaan Ekaristi. Roni menjelaskan bahwa PLBKS merupakan umat yang mendapat tugas dan pelayanan khusus untuk membantu membagikan Komuni Suci ketika diperlukan. Kehadiran PLBKS merupakan bentuk partisipasi umat dalam kehidupan dan pelayanan Gereja, khususnya dalam membantu kelancaran pembagian Komuni Suci kepada umat.
Dalam menerima Komuni Suci, umat diajak untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik secara lahiriah maupun batiniah. Sikap hormat, tenang, tertib, dan penuh iman perlu ditunjukkan karena Komuni Suci merupakan bagian penting dalam Perayaan Ekaristi dan menjadi kesempatan bagi umat untuk menyambut Kristus. Roni juga mengingatkan umat agar tidak membedakan penghormatan terhadap Komuni Suci berdasarkan siapa yang membagikannya. Baik diterimakan oleh imam, diakon, maupun PLBKS dalam pelaksanaan tugasnya, umat tetap diarahkan untuk menerima Komuni Suci dengan sikap iman dan penghormatan yang pantas.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada umat. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran penting dalam membantu masyarakat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan keagamaan.
“Manusia perlu diberikan pengetahuan agama. Dengan pengetahuan agama, ilmu dan wawasan seseorang akan bertambah. Dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, diharapkan seseorang dapat menjadi manusia yang baik, berkarakter, serta senantiasa menjalankan perintah Tuhan di muka bumi ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Agus Salim.
Ia menambahkan, kegiatan penyuluhan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan umat yang semakin baik melalui peningkatan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Katekese Lima Menit tersebut, umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal diharapkan semakin memahami makna pelayanan PLBKS dan memiliki pemahaman yang benar dalam menerima Komuni Suci. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pendampingan dan pembinaan iman umat yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal.(RAS/PAI).

