Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., kembali melaksanakan bimbingan dan pendampingan rohani kepada pasien rawat inap di RSP CHL USU, Jalan Dr. Mansyur Nomor 66, Kota Medan, Senin (5/10/2026). Kegiatan berlangsung di lantai 3, khususnya bagi pasien rawat inap anak yang beragama Islam. Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas, Nurbaiti Lubis, S.Ag.
Kegiatan diawali dengan penyampaian bimbingan oleh Nurbaiti Lubis yang menjelaskan bahwa kehadiran penyuluh agama merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Agama Kota Medan dengan pihak rumah sakit dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada pasien. “Kami adalah Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan yang telah bekerja sama dengan rumah sakit ini untuk memberikan penyuluhan agama kepada pasien. Semoga kehadiran kami dapat memberikan motivasi serta kekuatan lahir dan batin kepada pasien dan keluarga yang mendampingi,” ujar Nurbaiti.
Selanjutnya, Paidi menyampaikan bimbingan rohani dengan mengajak pasien dan keluarga untuk memandang penyakit sebagai salah satu bentuk ujian dari Allah SWT. Menurutnya, setiap ujian memiliki hikmah yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan. “Penyakit adalah salah satu ujian dari Allah SWT. Dari ujian tersebut kita harus mampu mengambil hikmah, di antaranya dengan menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan dan minuman yang baik, serta menjaga waktu istirahat. Allah menciptakan siang untuk bekerja dan malam untuk beristirahat,” ujar Paidi.
Paidi juga mengingatkan pasien agar tetap mengikuti anjuran medis dengan mengonsumsi obat sesuai resep dan petunjuk dokter. Menurutnya, ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan secara lahir dan batin. Selain menjalani pengobatan, pasien juga dianjurkan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, salat, dan doa. “Doa merupakan permohonan dan bentuk pengharapan seorang hamba kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan serta memohon perlindungan dari segala keburukan,” tambahnya.
Dalam bimbingannya, Paidi menjelaskan sejumlah keutamaan doa bagi umat Islam. Doa merupakan ibadah yang mulia karena menunjukkan kerendahan diri seorang hamba di hadapan Allah SWT. Berdoa juga menjadi wujud tauhid dan kemurnian keimanan karena seorang Muslim hanya menggantungkan harapan kepada Allah. Selain itu, doa dapat menjauhkan manusia dari kesombongan, menjadi kekuatan bagi orang beriman ketika menghadapi kesulitan, serta menjadi tabungan pahala di akhirat. “Doa adalah senjata orang mukmin. Doa dapat menjadi penenang jiwa, memohon perlindungan dari musibah, sekaligus memberikan kekuatan ketika menghadapi masa-masa sulit. Jika doa belum dikabulkan di dunia, Allah dapat menggantinya dengan pahala dan simpanan kebaikan di akhirat,” ungkap Paidi.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama yang secara konsisten memberikan pendampingan kepada pasien rawat inap. Menurutnya, pasien maupun keluarga yang mendampingi membutuhkan dukungan moral dan spiritual selama menjalani proses pengobatan. “Pasien dan keluarga membutuhkan support atau pendampingan untuk menguatkan serta memberikan semangat kepada pasien. Kehadiran penyuluh agama juga memberikan penghiburan dan motivasi kepada pasien agar tetap optimistis dalam menjalani pengobatan dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT,” ujar Agus Salim.
Pendampingan rohani di rumah sakit tidak hanya memberikan penguatan spiritual kepada pasien, tetapi juga membantu keluarga dalam menghadapi proses pengobatan dengan lebih sabar dan ikhlas. Melalui doa, ibadah, ikhtiar medis, serta dukungan dari penyuluh agama, pasien diharapkan memiliki kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi ujian penyakit serta senantiasa menumbuhkan keyakinan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT memiliki hikmah dan jalan menuju kebaikan.(Paidi).

