Tak Sekadar Berteman, Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan Ajak Remaja Bangun Persahabatan Positif

Medan (Humas) – Masa remaja tidak hanya menjadi waktu untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri, tetapi juga fase penting dalam membangun hubungan sosial yang dapat memengaruhi pembentukan karakter. Pertemanan yang dijalani pada masa ini dapat menjadi ruang untuk saling mendukung dan bertumbuh, namun juga dapat membawa pengaruh kurang baik apabila tidak dibangun dengan bijaksana. Karena itu, remaja perlu memahami bahwa persahabatan bukan sekadar tentang memiliki teman untuk berbagi cerita dan menghabiskan waktu bersama. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, saat memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah kepada sekitar 100 siswa di Sekolah Putra Bangsa Berbudi dengan tema “Mengoptimalkan Potensi Diri dan Menemukan Sahabat Sejati”, Minggu (4/10/2026).

Dalam bimbingan tersebut, Ari Suryana mengajak para peserta untuk memahami bahwa sahabat memiliki peran dalam membentuk kebiasaan, cara berpikir, dan sikap seseorang. Menurutnya, lingkungan pertemanan yang sehat dapat memberikan dukungan sekaligus mendorong remaja untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. “Berteman bukan hanya tentang mencari orang yang bisa menemani kita, tetapi juga tentang menemukan orang yang bisa saling mendukung dan membawa kita ke arah yang lebih baik,” ujar Ari Suryana. Karena itu, peserta didorong untuk membangun hubungan pertemanan yang dilandasi rasa saling menghormati dan kepedulian.

Selain itu, Ari Suryana menekankan bahwa sahabat sejati bukanlah seseorang yang selalu membenarkan setiap tindakan temannya. Justru, seorang sahabat yang baik berani memberikan nasihat dan mengingatkan ketika melihat temannya melakukan sesuatu yang kurang tepat. “Sahabat sejati bukan yang selalu membenarkan kita, tetapi yang berani mengingatkan ketika kita salah dan tetap mendukung kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya. Sikap saling mengingatkan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat membuat persahabatan memberikan pengaruh positif bagi kedua belah pihak.

Sementara itu, para peserta juga diajak memahami pentingnya memilih lingkungan pergaulan secara bijaksana karena seseorang dapat belajar banyak hal dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Ari Suryana menjelaskan bahwa kebiasaan positif akan lebih mudah tumbuh ketika remaja berada dalam lingkungan yang saling mendukung untuk melakukan kebaikan dan mengembangkan kemampuan. “Kita perlu bijaksana dalam memilih teman, karena lingkungan pergaulan dapat memengaruhi cara berpikir, sikap, dan kebiasaan kita,” katanya. Oleh sebab itu, peserta diingatkan agar tidak mudah terbawa oleh tekanan lingkungan dan tetap memiliki prinsip dalam menjalin pertemanan.

Senada dengan hal itu, Ari Suryana menghubungkan persahabatan yang positif dengan upaya remaja dalam mengembangkan potensi diri. Menurutnya, teman yang baik dapat menjadi sumber motivasi untuk belajar, mencoba hal baru, dan mengembangkan kemampuan tanpa menjatuhkan satu sama lain. “Teman yang baik akan membantu kita melihat potensi yang ada dalam diri kita dan mendorong kita untuk terus berkembang,” ungkapnya. Dengan persahabatan yang sehat, remaja diharapkan mampu tumbuh dengan kepercayaan diri yang positif sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Bimbingan Remaja Usia Sekolah tersebut diikuti sekitar 100 siswa dengan suasana yang antusias dan interaktif. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bahwa kualitas pertemanan dapat berperan dalam membentuk karakter dan perkembangan diri selama masa remaja. Melalui pembinaan Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan, para siswa diharapkan mampu membangun persahabatan yang saling menguatkan, menghargai, dan mendorong pada kebaikan. Dengan lingkungan pergaulan yang positif, remaja diharapkan dapat mengembangkan potensi diri sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana dan bermanfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *