Puisi Islami Bukan Sekadar Keindahan Kata, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Tekankan Pesan Kebaikan

Medan (Humas) – Puisi Islami tidak hanya menghadirkan keindahan rangkaian kata, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan kebaikan, nilai keagamaan, dan ajakan kepada hal-hal positif. Melalui kreativitas dalam bersastra, pesan moral dapat dikemas dengan cara yang lebih menarik sehingga mampu menyentuh perasaan sekaligus memberikan inspirasi bagi pendengarnya. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Nunung Ismayanti, ketika mendapat amanah sebagai Dewan Juri Puisi Islami pada kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Kota Medan, Minggu (4/10/2026). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terhadap pengembangan kreativitas generasi muda melalui seni yang tetap membawa nilai-nilai keislaman.

Menerima amanah sebagai Dewan Juri, Nunung Ismayanti menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab untuk menjalankan kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, setiap peserta memiliki cara tersendiri dalam mengolah kata dan menyampaikan pesan melalui puisi Islami. “Alhamdulillah, saya mendapatkan amanah sebagai Dewan Juri Puisi Islami pada kegiatan PORSADIN VII Kota Medan, dan tentu ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi saya,” ujar Nunung Ismayanti. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berani menampilkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan yang bernilai positif.

Selain itu, Nunung Ismayanti menekankan bahwa penampilan puisi Islami hendaknya tidak berhenti pada aspek keindahan bahasa maupun kemampuan peserta dalam membawakan karya. Menurutnya, pesan yang terkandung dalam puisi menjadi bagian penting agar karya yang ditampilkan dapat memberikan makna dan manfaat bagi orang lain. “Puisi Islami bukan hanya tentang keindahan kata, tetapi yang paling penting adalah pesan kebaikan yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut,” tuturnya. Karena itu, peserta diharapkan mampu mengemas pesan keagamaan melalui bahasa yang kreatif, mudah dipahami, dan dapat memberikan inspirasi kepada pendengarnya.

Sementara itu, keberadaan puisi Islami dalam kegiatan PORSADIN juga dinilai dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan seni yang berlandaskan nilai-nilai agama. Melalui karya yang mereka bawakan, peserta dapat belajar menyampaikan pesan tentang akhlak, keteladanan, persaudaraan, dan berbagai nilai kebaikan dalam kehidupan. “Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki keberanian untuk tampil, tetapi juga mampu menggunakan seni sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai kebaikan,” kata Nunung Ismayanti. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi proses pembelajaran yang membantu peserta mengembangkan kreativitas sekaligus kepekaan terhadap pesan-pesan keagamaan.

Senada dengan hal itu, Nunung Ismayanti menyampaikan bahwa proses penilaian dalam lomba puisi Islami perlu dilakukan dengan objektif sekaligus memperhatikan berbagai unsur yang membangun sebuah penampilan. Kemampuan membawakan puisi, penghayatan, kreativitas, serta kekuatan pesan yang disampaikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menampilkan karya Islami. “Saya akan berusaha memberikan penilaian secara objektif, karena setiap peserta sudah memberikan usaha terbaiknya dan tentu memiliki kelebihan masing-masing,” ungkapnya. Ia berharap peserta dapat menjadikan pengalaman mengikuti PORSADIN sebagai motivasi untuk terus berani berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Keterlibatan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam PORSADIN VII Kota Medan menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan seni dan kreativitas generasi muda. Puisi Islami dapat menjadi salah satu media edukatif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui cara yang kreatif, komunikatif, dan dekat dengan dunia peserta. Kehadiran penyuluh dalam kegiatan tersebut diharapkan turut memberikan dukungan terhadap lahirnya generasi yang mampu berkarya sekaligus membawa pesan positif bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, seni tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan bakat, tetapi juga dapat menjadi sarana menebarkan nilai-nilai kebaikan dan keislaman di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *