Medan (Humas) – Persiapan menunaikan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga pemahaman yang baik mengenai rangkaian ibadah yang akan dijalankan. Bekal pengetahuan tersebut menjadi penting agar calon jamaah mampu mengikuti setiap tahapan manasik dengan lebih tertib, tenang, dan sesuai dengan tuntunan syariat. Karena itu, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus mengambil peran dalam memberikan pembinaan dan penguatan pemahaman kepada masyarakat yang tengah mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji. Hal tersebut dilakukan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Nunung Ismayanti, saat memberikan bimbingan manasik haji Pemko Medan, Minggu (4/10/2026).
Dalam bimbingan tersebut, Nunung Ismayanti mengajak peserta untuk mengikuti setiap tahapan manasik dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari persiapan sebelum melaksanakan ibadah haji. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pelaksanaan ibadah akan membantu calon jamaah lebih siap ketika berada di Tanah Suci. “Manasik haji ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri, sehingga ketika sampai di Tanah Suci, jamaah sudah memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang cukup,” ujar Nunung Ismayanti. Ia juga mendorong peserta untuk tidak ragu bertanya apabila terdapat hal-hal dalam pelaksanaan manasik yang belum dipahami.
Selain itu, Nunung Ismayanti mengingatkan peserta bahwa manasik bukan sekadar kegiatan untuk mengetahui urutan pelaksanaan ibadah haji. Lebih dari itu, manasik menjadi proses pembelajaran agar calon jamaah memahami makna setiap tahapan ibadah serta mampu mempersiapkan diri secara lebih matang. “Jangan hanya menghafal urutan manasiknya, tetapi pahami juga apa yang kita lakukan dan mengapa kita melakukannya,” tuturnya. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan tidak mudah mengalami kebingungan ketika menghadapi situasi di lapangan.
Sementara itu, bimbingan manasik juga menjadi ruang untuk membangun kesiapan jamaah dalam menghadapi berbagai kondisi selama perjalanan ibadah. Nunung Ismayanti mengajak peserta untuk membekali diri dengan kesabaran, kedisiplinan, serta kesiapan mengikuti arahan petugas selama berada dalam rangkaian perjalanan haji. “Dalam pelaksanaan haji, kita tidak hanya membutuhkan ilmu, tetapi juga kesabaran dan kemampuan untuk mengikuti aturan serta menjaga sikap selama bersama jamaah lainnya,” katanya. Sikap tersebut dinilai penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan tertib sekaligus menjaga kenyamanan dan kekompakan bersama.
Senada dengan hal itu, Nunung Ismayanti menekankan pentingnya menjadikan bimbingan manasik sebagai kesempatan untuk memantapkan kesiapan sebelum keberangkatan. Menurutnya, calon jamaah perlu memanfaatkan setiap materi dan praktik yang diberikan agar semakin percaya diri dalam melaksanakan ibadah haji. “Mari kita ikuti manasik ini dengan serius dan manfaatkan sebaik-baiknya, karena apa yang kita pelajari hari ini akan menjadi bekal ketika kita melaksanakan ibadah haji nanti,” ungkapnya. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pembinaan dengan penuh perhatian serta terus meningkatkan kesiapan diri menjelang keberangkatan.
Bimbingan manasik haji Pemko Medan berlangsung sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon jamaah agar memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan yang memadai sebelum melaksanakan ibadah haji. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami berbagai tahapan ibadah sekaligus membangun kesiapan dalam menghadapi perjalanan ke Tanah Suci. Melalui keterlibatan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, pembinaan manasik diharapkan dapat semakin memperkuat pemahaman dan kesiapan spiritual calon jamaah. Dengan bekal yang lebih baik, jamaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara tertib, mandiri, dan sesuai dengan tuntunan agama.

