Penyuluh KUA Medan Sunggal Ajak Warga Binaan Kiki Alam Jaya Berlaku Sesuai Kehendak Tuhan

Medan (Humas) – Kegiatan pelayanan kerohanian yang membawa kesejukan iman dilaksanakan di Rumah Terapi Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya Sudut Medan, Senin (5/10/2026). Kehadiran para penyuluh agama Kristen di lembaga rehabilitasi dan terapi tersebut menjadi momentum penting untuk menguatkan mental dan spiritual para warga binaan yang sedang berjuang memulihkan diri dari ketergantungan. Melalui pesan firman Tuhan yang disampaikan, suasana Rumah Terapi dipenuhi sukacita dan pengharapan baru bagi para peserta.

Penyuluhan pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Sindar Purba, S.Th., M.Pd., dengan materi bertema “Lakukanlah Sesuai dengan Kehendak Tuhan.” Dalam penyampaiannya, Sindar mengajak para residen untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, tetapi senantiasa berserah kepada Tuhan dan berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak-Nya. Pesan tersebut diperkuat dengan firman Tuhan dalam Roma 12:2, agar setiap orang mengalami pembaruan budi sehingga mampu membedakan kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Perjuangan, Drames Lumbantobing, menyampaikan materi bertajuk “Menyanyikan Lagu Rohani Tingkatkan Semangat Hidup.” Ia menjelaskan bahwa pujian kepada Tuhan bukan sekadar rangkaian nada dan kata-kata, tetapi dapat menjadi sarana untuk menguatkan iman serta membangkitkan semangat dalam menjalani proses kehidupan. Melalui pujian dan nyanyian rohani, para residen diajak untuk tetap memiliki pengharapan serta mengarahkan hati kepada Tuhan ketika menghadapi masa-masa sulit. Materi tersebut didasarkan pada firman Tuhan dalam Efesus 5:19 yang mengajarkan umat untuk saling berkata-kata dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani serta bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan dengan segenap hati. Para peserta kemudian diajak menyanyikan lagu-lagu rohani bersama-sama. Kegiatan tersebut menciptakan suasana yang lebih hangat dan penuh sukacita serta memberikan semangat kepada para residen dalam menjalani proses terapi dan pemulihan.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan pendampingan kerohanian yang dilakukan para penyuluh agama kepada warga binaan di Rumah Terapi Kiki Alam Jaya. Menurutnya, pendampingan terhadap warga binaan yang sedang menjalani proses pemulihan dari ketergantungan perlu dilakukan secara berkesinambungan, baik dari sisi fisik, mental maupun spiritual.
“Saya sangat mengapresiasi para penyuluh agama yang terus memberikan pendampingan kepada warga binaan korban penyalahgunaan napza. Mereka memang harus didampingi setiap saat dan setiap waktu sampai benar-benar sembuh dari ketergantungan. Pendampingan rohani diharapkan dapat memberikan kekuatan, pengharapan, dan motivasi bagi mereka untuk menjalani proses pemulihan,” ujar Agus Salim.

Sinergi kedua materi tersebut memberikan pemahaman yang utuh bagi para peserta bahwa proses pemulihan membutuhkan kemauan untuk berubah, berserah kepada Tuhan, serta membangun semangat melalui kehidupan yang dekat dengan-Nya. Hidup sesuai kehendak Tuhan menjadi landasan dalam memperbaiki diri, sementara pujian dan doa menjadi bagian dari penguatan spiritual selama menjalani proses terapi.
Kegiatan penyuluhan ditutup dengan doa bersama. Para penyuluh berharap pendampingan keagamaan yang dilakukan secara rutin dapat terus memberikan manfaat bagi para residen Rumah Terapi Kiki Alam Jaya. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para warga binaan diharapkan semakin kuat dalam menjalani proses pemulihan, meninggalkan ketergantungan, serta membangun kehidupan baru yang lebih baik dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan.(SP/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *