Penyuluh KUA Medan Sunggal Kenalkan Huruf Hijaiyah kepada Peserta GMM BTHQ Masjid Al Hafiz

Medan (Humas) – Dalam rangka memberantas buta aksara Al-Qur’an, program Literasi Magrib Mengaji menjadi salah satu upaya untuk membentengi akhlak sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini. Program tersebut diharapkan dapat membentuk karakter disiplin serta memperkuat nilai-nilai spiritual anak di lingkungan masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan pengenalan huruf hijaiyah kepada peserta Gerakan Magrib Mengaji (GMM) Baca Tulis Hafal Al-Qur’an (BTHQ) Masjid Al Hafiz, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi para guru Magrib Mengaji, yakni Emmi Khairani selaku Koordinator BTHQ Masjid Al Hafiz, Lisa Fauziah, Siti Nirmala, Siti Fatimah, Dinda, dan Muhammad Fauzi.

Dalam kesempatan tersebut, Emmi Khairani menyampaikan bahwa dari enam guru Magrib Mengaji yang aktif mengajar di BTHQ Masjid Al Hafiz, baru dua orang yang mendapatkan bantuan honor dari Pemerintah Kota Medan, yaitu dirinya dan Lisa Fauziah. Sementara empat guru lainnya masih belum mendapatkan bantuan honor. “Kami berharap keempat guru yang selama ini turut mengajar dan membimbing anak-anak diberikan kesempatan untuk mendapatkan bantuan honor dari pemerintah,” ujar Emmi Khairani.

Sementara itu, Paidi memberikan bimbingan secara langsung kepada anak-anak peserta mengaji, khususnya mereka yang masih berada pada tahap pembelajaran Iqra. Ia memperkenalkan huruf-huruf hijaiyah dengan cara mencontohkan pelafalan setiap huruf secara baik dan benar. Menurutnya, pengenalan dasar tersebut sangat penting sebagai fondasi sebelum anak-anak melanjutkan pembelajaran membaca Al-Qur’an pada tahap berikutnya.
“Anak-anak harus tetap semangat mengaji karena bekal agama akan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Dengan belajar agama, insyaallah kita mendapatkan ketenangan hati dan menjadi anak yang saleh dan salehah,” ujar Paidi. Ia juga mengingatkan peserta agar selalu menghormati dan menaati kedua orang tua. “Jangan melawan orang tua karena hal tersebut dilarang dalam agama. Ketika orang tua memanggil untuk membantu pekerjaan, segeralah menghampiri dan melaksanakan perintah yang baik dari mereka,” tambahnya.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kepedulian penyuluh agama Islam yang terus meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar membaca Al-Qur’an. “Kami sangat mengapresiasi penyuluh agama Islam KUA Medan Sunggal yang peduli terhadap anak-anak yang sedang belajar mengaji. Dengan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an dapat terus berkembang,” ujar Agus Salim.

Ia menambahkan bahwa pendampingan secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan generasi yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. “Jika anak-anak sering didampingi dan dibimbing membaca Al-Qur’an, insyaallah upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an dapat terus diwujudkan. Semoga ikhtiar ini turut mendukung target Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan GMM BTHQ Masjid Al Hafiz menunjukkan bahwa pengenalan huruf hijaiyah sejak dini merupakan langkah penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius anak. Sinergi antara penyuluh agama, guru mengaji, masjid, masyarakat, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *