Tahanan Polsek Sunggal Dapat Penguatan Rohani dari Penyuluh KUA Medan Sunggal

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal kembali melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi tahanan beragama Islam di Polsek Sunggal, Jalan TB Simatupang,No.240 Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, M.A. dan Paidi, S.Ag., sebagai pembimbing rohani.

Bimbingan kerohanian tersebut secara khusus ditujukan kepada tahanan yang beragama Islam. Kegiatan menjadi bagian dari upaya penyuluh agama dalam memberikan penguatan iman, motivasi, serta pembinaan mental dan spiritual agar para tahanan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri selama menjalani proses hukum.

Mengawali bimbingan, Drs. H. Fuji, M.A. mengingatkan para tahanan agar senantiasa menjaga diri dari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Dalam hidup, pertama jangan zalim kepada diri sendiri, jangan menyakiti dan menyiksa diri sendiri karena menganiaya diri sendiri adalah haram hukumnya. Kedua, jangan menyakiti orang lain, berbuat jahat atau melakukan tindakan kriminal kepada orang lain,” ujar Fuji.

Fuji juga mengajak para tahanan untuk senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan memperbanyak ibadah. “Bagaimana cara menghadirkan Allah dalam diri kita? Perbanyak ibadah, melaksanakan salat, berzikir, membaca Al-Qur’an serta berselawat kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Sementara itu, Paidi, S.Ag. dalam bimbingannya menyampaikan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai persoalan dan ujian. Karena itu, ketika menghadapi ujian, seseorang harus mengedepankan kesabaran dan memperkuat ibadah. “Hakikat hidup yang kita jalani tidak luput dari masalah dan ujian. Ketika ujian datang, pertama kita harus sabar dan kedua kita harus menjalankan ibadah salat, karena sabar dan salat akan menjadi penolong dalam hidup kita,” ujar Paidi.

Paidi menambahkan, setiap ujian yang diberikan Allah SWT hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran agar seseorang mampu memperbaiki diri. “Kita harus mengambil hikmah dari ujian yang diberikan Allah kepada kita. Orang pintar adalah ketika melakukan kesalahan, ia belajar dari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. Sedangkan orang bijak adalah ketika melihat orang lain melakukan kesalahan, kesalahan itu dijadikan pelajaran untuk dirinya agar tidak dilakukan,” tambahnya.

Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi semangat para penyuluh agama Islam yang terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk para tahanan di Polsek Sunggal. “Mereka yang ada di rumah tahanan Polsek Sunggal merupakan saudara kita juga yang saat ini sedang mendapat ujian dari Allah SWT. Oleh karena itu, mereka harus kita dampingi dan kita ingatkan kembali agar iman mereka semakin bertambah, sehingga ke depan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Agus Salim. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi para tahanan untuk melakukan introspeksi, memperkuat keimanan, serta membangun tekad untuk memperbaiki diri dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan perilaku yang lebih baik.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *