Medan (Humas) β Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien dan keluarga di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan kasih melalui penghiburan, penguatan iman, dan pendampingan spiritual bagi pasien serta keluarga yang tengah menghadapi pergumulan selama proses perawatan.
Dalam pelayanan tersebut, firman Tuhan disampaikan berdasarkan Amsal 17:22, yang berbunyi, βHati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.β Firman ini menjadi landasan renungan untuk mengajak pasien dan keluarga memelihara semangat serta pengharapan di tengah situasi yang tidak mudah.
Melalui pesan firman Tuhan tersebut, pasien dan keluarga diajak memahami pentingnya menjaga hati agar tetap memiliki pengharapan ketika menghadapi sakit dan proses pengobatan. Kondisi kesehatan yang menurun dapat menghadirkan rasa khawatir, takut, sedih, bahkan kelelahan secara emosional. Karena itu, penguatan rohani diharapkan dapat membantu mereka menemukan ketenangan batin dan kekuatan untuk menjalani setiap tahapan perawatan.
Hati yang gembira tidak berarti seseorang harus menyembunyikan kesedihan atau mengabaikan rasa sakit yang dialami. Sebaliknya, pengharapan kepada Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi keadaan dengan lebih tenang. Pasien juga diingatkan agar tetap mengikuti anjuran tenaga medis, sementara keluarga terus memberikan dukungan emosional dan perhatian selama proses pemulihan berlangsung.
Pelayanan konseling rohani dilakukan oleh Debora Br Pandia, S.Th., bersama Mona Putri Sembiring, S.Th., dan Rindalina Sihombing, S.Th. Dalam pendampingan tersebut, para penyuluh memberikan perhatian kepada pasien dan keluarga serta membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan pergumulan, kecemasan, dan harapan yang dirasakan selama menjalani masa perawatan. Pendekatan yang penuh empati ini diharapkan membuat pasien dan keluarga merasa didengar, diperhatikan, dan tidak menghadapi kesulitan seorang diri.
Doa bersama dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th. Dalam doa tersebut, pasien dan keluarga diajak menyerahkan kekhawatiran, ketakutan, serta proses pengobatan kepada Tuhan, sembari memohon kekuatan, ketabahan, dan kesembuhan. Keluarga juga diingatkan akan pentingnya menghadirkan suasana yang menguatkan melalui perhatian, kasih sayang, dan perkataan yang membangun bagi anggota keluarga yang sedang sakit.
Pelayanan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh pengharapan. Kehadiran para penyuluh agama di lingkungan rumah sakit bukan hanya menjadi sarana penyampaian firman Tuhan, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kebutuhan spiritual pasien dan keluarga. Melalui doa, konseling, dan penguatan iman, mereka diharapkan memperoleh ketenangan batin serta semangat untuk menghadapi proses pengobatan.
Melalui kegiatan Bimbingan Rohani ini, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, penuh kasih, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendampingi umat dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika menghadapi sakit dan ketidakpastian.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui kehadiran, doa, penghiburan, dan perhatian yang tulus. Di tengah pergumulan, pasien dan keluarga diajak untuk tetap berpegang pada firman Tuhan, memelihara semangat, serta menjalani proses perawatan dengan iman dan pengharapan. Dengan demikian, pelayanan rohani diharapkan dapat menjadi sumber penguatan bagi pasien dan keluarga selama melewati masa sulit.

