Penyuluh KUA Medan Sunggal Hadirkan Harapan bagi Pasien Rehabilitasi NAPZA Kiki Alam Jaya

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., kembali melaksanakan pendampingan rohani bagi warga binaan korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) di Yayasan Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya, Kota Medan, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan keagamaan untuk memberikan dukungan spiritual, motivasi, dan penguatan mental bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pemulihan dari ketergantungan NAPZA.

Pendampingan tersebut dilaksanakan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing warga binaan. Penyuluh Agama Islam memberikan bimbingan kerohanian kepada warga binaan yang beragama Islam, sedangkan warga binaan yang beragama lain mendapatkan pendampingan dari penyuluh sesuai dengan keyakinan masing-masing. Melalui kegiatan ini, penyuluh agama berupaya membantu warga binaan memperoleh ketenangan batin, menumbuhkan semangat untuk sembuh, serta membangun kembali harapan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam ceramahnya, Paidi menekankan bahwa hidayah Allah SWT harus dicari melalui usaha dan perubahan diri. Ia mengibaratkan seseorang yang berada di tempat gelap harus berusaha keluar untuk menemukan cahaya. Demikian pula seseorang yang merasa hatinya jauh dari petunjuk Allah harus berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui kegiatan positif dan lingkungan yang baik. Menurutnya, keinginan untuk berubah perlu disertai langkah nyata agar seseorang dapat meninggalkan kebiasaan buruk dan menata kembali kehidupannya.
“Hidayah itu harus kita cari, bukan diam di tempat. Ketika kita sadar berada di tempat yang gelap, kita harus berusaha keluar untuk mencari cahaya yang terang. Begitu juga ketika hati kita sedang gelap, kita harus mencari hidayah Allah SWT dan melangkah menuju kehidupan yang diterangi cahaya iman,” ujar Paidi.

Ia juga mengajak warga binaan untuk membiasakan diri beribadah di masjid, berteman dengan orang-orang saleh, serta bergaul dengan mereka yang memiliki kegiatan positif dan semangat meraih prestasi, seperti para atlet dan orang-orang baik yang senantiasa memberikan motivasi. Menurutnya, lingkungan pergaulan yang sehat dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam membangun kepercayaan diri dan menjaga semangat selama menjalani rehabilitasi. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membangun kebiasaan yang baik, warga binaan diharapkan mampu menata masa depan dengan lebih optimistis.

Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pendampingan rohani yang dilakukan oleh penyuluh agama Islam bagi warga binaan korban NAPZA. Ia menilai bahwa mereka membutuhkan perhatian, teman yang mendukung, serta motivasi dari lingkungan sekitar agar tetap kuat menjalani proses pemulihan. “Pada hakikatnya, mereka membutuhkan teman, dukungan, motivasi, dan semangat dari orang lain. Kehadiran penyuluh agama merupakan salah satu bentuk pelayanan yang dapat membantu mereka menemukan kekuatan untuk bangkit dan keluar dari ketergantungan,” ujar Agus Salim.

Melalui pendampingan rohani di Yayasan Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, KUA Medan Sunggal terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keimanan, membangkitkan harapan, serta menumbuhkan tekad warga binaan untuk menjalani proses pemulihan dengan sungguh-sungguh. Dengan dukungan spiritual, lingkungan yang positif, dan pendampingan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu meninggalkan ketergantungan NAPZA dan kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *