Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Berikan Bimbingan Rohani di Lapas Tanjung Gusta

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, M.A., kembali melaksanakan kegiatan bimbingan rohani (Bimroh) bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Tanjung Gusta, Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah yang berada di dalam kompleks Lapas Kelas I Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan Nomor 27, Tanjung Gusta, Kota Medan. Dalam kesempatan tersebut, Fuji menyampaikan materi bertema “Hidup Selalu Bersama Allah dan Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah SWT.”

Dalam penyampaian materinya, Fuji menjelaskan pentingnya menyadari bahwa Allah SWT senantiasa bersama manusia dalam setiap keadaan dan di mana pun berada. Kesadaran tersebut hendaknya menjadi landasan bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab, menjaga perilaku, serta menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Menurutnya, keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan dapat menumbuhkan rasa malu ketika berbuat salah sekaligus mendorong seseorang untuk memperbaiki diri.

Fuji mengingatkan warga binaan agar senantiasa menanamkan kesadaran untuk mengakui kesalahan dan segera memohon ampun kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kekhilafan, tetapi yang terpenting adalah kemauan untuk bertobat dan memperbaiki diri. “Ketika kita menyadari bahwa kita telah khilaf, hendaknya segera beristigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Jadikan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita sebagai pengingat agar senantiasa menjaga sikap dan perbuatan,” ujar Fuji.

Lebih lanjut, Fuji menyampaikan bahwa setiap Muslim tidak boleh berputus asa dalam mengharapkan rahmat Allah SWT. Menurutnya, berbagai persoalan dan pengalaman hidup tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan semangat untuk menjalani hari-hari ke depan. Sebaliknya, setiap orang perlu membangun keyakinan bahwa rahmat dan pertolongan Allah selalu terbuka bagi hamba-Nya yang mau berusaha, berdoa, dan memperbaiki diri. Sikap optimistis tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan hati yang lebih tenang.

Ia juga mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan berharga untuk melakukan introspeksi, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. “Jangan putus asa dari rahmat Allah SWT. Kita harus tetap bersemangat dan optimistis karena Allah pasti memberikan jalan keluar terhadap berbagai persoalan yang kita hadapi. Teruslah mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha memperbaiki kehidupan,” tambah Fuji.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya kepada para Penyuluh Agama Islam yang tetap konsisten memberikan pendampingan rohani kepada warga binaan Lapas Kelas I Medan. Menurutnya, kegiatan bimbingan rohani merupakan bagian penting dari upaya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, memperluas wawasan keislaman, serta memperkuat keimanan warga binaan. Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman dalam proses pembinaan dan perubahan perilaku.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada para Penyuluh Agama Islam yang tetap konsisten mendampingi warga binaan melalui penyampaian dakwah dan ilmu agama. Semoga melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keimanan mereka semakin meningkat serta Allah SWT membukakan pintu hidayah dan memberikan taufik-Nya,” ujar Agus Salim.

Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, KUA Medan Sunggal berharap warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan semangat untuk bertobat, serta tidak kehilangan harapan dalam menjalani kehidupan. Pesan tentang senantiasa mengingat Allah dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya diharapkan menjadi bekal spiritual bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menjalani masa pembinaan dengan baik, dan membangun kehidupan yang lebih positif pada masa mendatang.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *