Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, mengambil peran sebagai fasilitator dalam Pertemuan Sinode Tahap Peneguhan yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini diikuti umat dari Lingkungan Santa Teresa Kalkuta, Santa Emilia, dan Santo Aloysius Gonzaga.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari perjalanan sinodal Gereja yang bertujuan membangun semangat kebersamaan, keterlibatan, dan perutusan umat dalam kehidupan menggereja. Melalui Pertemuan Sinode Tahap Peneguhan, umat diajak untuk semakin memahami peran masing-masing dalam membangun komunitas Gereja yang saling mendengarkan, berjalan bersama, serta melaksanakan perutusan sesuai dengan panggilan Kristiani.
Dalam kegiatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang memfasilitasi pendalaman materi “Kerygma dan Liturgia”. Kerygma merupakan pewartaan inti iman Kristiani tentang Yesus Kristus, terutama karya keselamatan melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Pewartaan ini menjadi dasar kehidupan iman umat sekaligus mendorong setiap orang beriman untuk semakin mengenal, menghayati, dan mewartakan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Selain Kerygma, peserta juga diajak memahami makna Liturgia sebagai perayaan iman Gereja yang menghadirkan karya keselamatan Allah melalui kehidupan liturgis, khususnya perayaan Sakramen Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya. Liturgi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ungkapan iman dan perjumpaan umat dengan Allah yang menguatkan kehidupan rohani serta membangun persatuan sebagai satu tubuh Kristus. Roni menekankan bahwa Kerygma dan Liturgia memiliki hubungan erat dalam kehidupan Gereja. Pewartaan Sabda Tuhan mengantar umat untuk semakin mengenal Kristus, sedangkan perayaan liturgi membantu umat merayakan dan menghayati iman tersebut. Karena itu, umat diharapkan tidak hanya aktif mengikuti kegiatan liturgis, tetapi juga mampu mewujudkan pesan Injil melalui sikap, perkataan, dan tindakan nyata di tengah keluarga, lingkungan, serta masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan dukungannya terhadap keterlibatan Penyuluh Agama Katolik dalam mendampingi dan memberikan pelayanan kepada umat. Menurutnya, kegiatan penyuluhan dan pendampingan keagamaan merupakan bagian penting dalam memperkuat keimanan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan humanis.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan kepada umat. Semoga pelayanan ini dapat meningkatkan nilai-nilai keimanan, membangun kehidupan yang lebih humanis dan damai, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmonis sehingga umat dapat hidup berdampingan dengan baik di tengah masyarakat,” ujar Agus Salim.
Ia berharap para penyuluh agama terus berperan aktif dalam mendampingi umat melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penguatan spiritual. Dengan demikian, kehadiran penyuluh agama tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam menumbuhkan kepedulian, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Melalui Pertemuan Sinode Tahap Peneguhan ini, umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta, Santa Emilia, dan Santo Aloysius Gonzaga diharapkan semakin memahami pentingnya pewartaan iman dan kehidupan liturgis sebagai bagian dari perutusan Gereja. Keterlibatan Roni Antonius Sitanggang sebagai fasilitator menjadi wujud pelayanan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam mendampingi umat agar semakin bertumbuh dalam iman, memperkuat persekutuan, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.(RAS/PAI).

