Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus mengambil peran dalam memberikan pelayanan dan penguatan rohani bagi umat melalui kegiatan ibadah dan pendalaman firman Tuhan. Hal tersebut tercermin dalam ibadah di Yayasan Kolam Anugerah Sejahtera, Jalan Bunga Cempaka II Nomor 29B, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (13/10/2026). Ibadah tersebut mengangkat Mazmur 147:3 yang menyampaikan pesan bahwa Tuhan menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Firman Tuhan disampaikan oleh Mahla Tarigan, S.Th., yang juga menjadi bagian dari pelayanan penyuluhan keagamaan untuk menguatkan iman dan pengharapan jemaat.
Dalam khotbahnya, Mahla Tarigan menjelaskan bahwa Mazmur 147:3 mengingatkan umat akan kasih Tuhan yang senantiasa hadir di tengah berbagai pergumulan kehidupan. Kesedihan, kekecewaan, kehilangan, maupun persoalan keluarga dapat meninggalkan luka batin yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Karena itu, umat diajak untuk membawa setiap pergumulan dalam doa, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menjadikan firman-Nya sebagai sumber kekuatan untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.
“Melalui Mazmur 147:3, kita diingatkan bahwa Tuhan mengetahui setiap pergumulan dan sanggup memberikan penghiburan serta pemulihan bagi hati yang terluka. Karena itu, jangan kehilangan pengharapan ketika menghadapi kesulitan. Tetaplah berdoa, percaya kepada Tuhan, dan belajar menjalani setiap proses dengan iman,” ungkap Mahla. Pesan tersebut mengajak jemaat untuk memahami bahwa pemulihan hati merupakan proses yang membutuhkan ketekunan dalam iman, kesediaan untuk terus berharap, serta keberanian menghadapi persoalan kehidupan.
Sebagai Penyuluh Agama Kristen, Mahla Tarigan memiliki peran penting dalam menyampaikan ajaran agama dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman umat. Penyuluhan keagamaan tidak hanya sebatas menyampaikan materi atau menafsirkan ayat-ayat Alkitab, tetapi juga membantu umat memahami nilai-nilai firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendampingan rohani, penyuluh diharapkan mampu mendorong umat untuk membangun ketahanan iman, memelihara pengharapan, serta mengembangkan sikap saling mengasihi dan peduli terhadap sesama.
Selain penyampaian firman Tuhan, ibadah turut diisi dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Borong Sitepu, S.Th., serta pelayanan musik oleh Rahmat Napitupulu, S.Th. Doa syafaat menjadi bagian penting dalam ibadah karena memberikan ruang bagi jemaat untuk menyampaikan pergumulan, harapan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan secara bersama-sama. Sementara itu, pelayanan musik mendukung suasana peribadatan yang khidmat dan membantu jemaat menghayati pesan rohani yang disampaikan sepanjang kegiatan.
Sejumlah perwakilan Bimas Kristen Kemenag Kota Medan turut mengikuti kegiatan tersebut, yakni Maulina Manik, S.Pd.K., Novina Barasa, S.Th., Mahla Tarigan, S.Th., Windu Manik, S.Th., Fitri Sihotang, Amanda Purba, dan Bung Andyra Parhusip, S.Th. Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan komunitas umat sekaligus mendukung pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, penyuluh dapat mengambil peran dalam memperkuat komunikasi, menumbuhkan kepedulian, serta mendorong terciptanya lingkungan yang saling mendukung dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Mahla juga mengajak jemaat untuk mewujudkan pesan firman Tuhan melalui tindakan nyata, terutama dengan memberikan perhatian kepada orang-orang yang sedang mengalami kesulitan. Menurutnya, penguatan iman perlu disertai kepedulian terhadap sesama, baik melalui kesediaan mendengarkan, memberikan dukungan, maupun mendoakan mereka yang membutuhkan penghiburan. Dengan demikian, nilai kasih dan pemulihan tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga hadir dalam kehidupan keluarga, gereja, dan lingkungan masyarakat.
Melalui ibadah di Yayasan Kolam Anugerah Sejahtera, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan diharapkan semakin berperan dalam mendampingi umat untuk memperdalam pemahaman firman Tuhan dan menguatkan kehidupan rohani. Pesan Mazmur 147:3 menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan, umat tetap memiliki alasan untuk berharap dan terus melangkah dalam iman. Pembinaan rohani yang berkelanjutan diharapkan mampu menumbuhkan jemaat yang tangguh, penuh kasih, serta bersedia menjadi sumber penghiburan dan penguatan bagi sesama.

