Teladani Keteguhan Daniel, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Kuatkan Iman Lansia Primbana

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus berperan dalam memberikan pelayanan dan penguatan rohani bagi umat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia). Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan ibadah Lansia Oikumene Primbana yang berlangsung di Jalan Melati Raya Nomor 55, Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (13/10/2026). Ibadah kali ini mengangkat Daniel 1:8–16 sebagai dasar perenungan tentang keteguhan iman, integritas, kedisiplinan, dan komitmen menjaga kehidupan. Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus mantan Rektor IAKN Tarutung, St. Prof. Albiner Siagian, sebagai pengkhotbah, serta diikuti sejumlah guru besar dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan.

Dalam khotbahnya, Albiner Siagian menguraikan kisah Daniel yang bertekad menjaga kekudusan dan tidak menajiskan dirinya dengan santapan serta anggur dari hidangan raja. Sikap Daniel menunjukkan bahwa keyakinan yang kuat perlu diwujudkan melalui keputusan yang konsisten dan bertanggung jawab. Meskipun berada di lingkungan yang berbeda dengan kebiasaan yang tidak sejalan dengan prinsipnya, Daniel tetap berpegang pada keyakinan tanpa mengabaikan sikap hormat dan kebijaksanaan dalam bertindak.

“Kisah Daniel mengingatkan kita bahwa iman harus diwujudkan melalui keteguhan prinsip dan keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Albiner. Ia mengajak jemaat untuk menjadikan keteladanan Daniel sebagai inspirasi dalam mempertahankan integritas, membangun kedisiplinan, serta mengambil keputusan yang selaras dengan nilai-nilai iman. Pesan tersebut juga relevan bagi para lansia agar tetap menjalani kehidupan dengan keyakinan, kebijaksanaan, dan semangat untuk menjaga kualitas hidup.

Nilai komitmen dalam Daniel 1:8–16 juga menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pilihan hidup yang bijaksana. Keteguhan Daniel dalam menentukan apa yang dikonsumsi dapat menjadi pintu masuk untuk merenungkan tanggung jawab dalam merawat tubuh dan menjalani pola hidup sehat. Bagi kelompok lansia, menjaga kesehatan perlu disertai kebiasaan yang baik, seperti memperhatikan asupan makanan, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan jasmani, mental, dan rohani.

Dalam kegiatan tersebut, doa pembuka dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting, S.Th., dari Bimas Kristen Kemenag Kota Medan. Sementara itu, Verawati Butar-Butar, M.Pd., yang juga merupakan bagian dari Bimas Kristen Kemenag Kota Medan, bertugas sebagai moderator untuk memandu jalannya kegiatan. Keterlibatan penyuluh dalam ibadah ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang bertujuan mendampingi umat dalam memahami firman Tuhan dan menghayati nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Peran Penyuluh Agama Kristen tidak hanya terbatas pada pelaksanaan kegiatan ibadah, tetapi juga mencakup pembinaan dan pendampingan rohani agar umat mampu menghadapi berbagai tahapan kehidupan dengan iman yang kuat. Bagi para lansia, pelayanan tersebut menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan, memperoleh penguatan batin, serta membangun kebersamaan dengan sesama. Melalui komunikasi dan pendampingan yang berkelanjutan, penyuluh diharapkan dapat membantu umat menghidupi nilai kasih, kepedulian, dan tanggung jawab dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

Kehadiran guru besar dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan turut mempererat suasana kebersamaan dalam ibadah tersebut. Pertemuan komunitas lansia dengan kalangan akademisi dalam suasana perenungan firman Tuhan menunjukkan bahwa pertumbuhan iman dan pembelajaran kehidupan dapat berlangsung sepanjang usia. Pengetahuan, pengalaman, dan kedewasaan diharapkan berjalan beriringan dengan integritas serta kesediaan untuk terus memperbaiki diri.

Melalui ibadah Lansia Oikumene Primbana, jemaat diharapkan semakin meneguhkan iman, mempertahankan prinsip hidup yang baik, dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Keteladanan Daniel mengajarkan bahwa komitmen terhadap keyakinan dapat diwujudkan melalui pilihan dan tindakan nyata yang bertanggung jawab. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan rohani agar para lansia tetap memiliki semangat, pengharapan, dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *