Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi PIK Santa Anna, Ajak Umat Memahami Makna dan Pentingnya Devosi

Medan (Humas) — Penguatan iman umat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan menggereja yang semakin bermakna dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Untuk mendukung hal tersebut, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Demaran Sigiro, melaksanakan penyuluhan dan pendampingan kepada Perkumpulan Ibu-Ibu Katolik (PIK) Santa Anna di Aula Stasi Santa Theresia, Jalan Kemenyan Raya No. 88, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Paroki Santo Fransiskus Assisi Padang Bulan ini mengangkat tema “Mengapa Kita Perlu Berdevosi”. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami makna devosi sebagai bagian dari perjalanan iman yang perlu dihayati dengan penuh kesadaran dan ketulusan.

Dalam penyuluhan tersebut, Demaran menyampaikan materi katekese mengenai pengertian devosi dan perannya dalam kehidupan rohani umat Katolik. Devosi merupakan bentuk penghormatan, kasih, dan penghayatan iman yang diwujudkan melalui doa serta berbagai praktik kesalehan. Bentuk devosi dalam tradisi Katolik antara lain doa Rosario, Jalan Salib, dan novena yang membantu umat memperdalam kehidupan rohani. Selain itu, devosi kepada Bunda Maria dan para kudus mengarahkan umat untuk semakin menghayati iman dengan tetap menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan.

Lebih lanjut, peserta diajak memahami bahwa devosi bukan sekadar kebiasaan menjalankan doa, melainkan sarana untuk membangun hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan. Melalui doa yang dilakukan secara tulus dan penuh penghayatan, umat diharapkan memperoleh kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. “Devosi bukan hanya tentang seberapa sering kita berdoa, tetapi bagaimana doa itu semakin mendekatkan kita kepada Tuhan dan mengubah hidup kita menjadi lebih penuh kasih kepada sesama,” ungkap Demaran. Pesan tersebut menegaskan bahwa kedalaman devosi perlu terlihat melalui perubahan sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Demaran juga mengingatkan bahwa penghayatan devosi perlu diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Sikap rendah hati, kesediaan mengampuni, kepedulian, serta semangat melayani sesama menjadi bagian penting dari kehidupan iman yang bertumbuh. Senada dengan hal itu, doa yang dihayati dengan sungguh-sungguh diharapkan mampu mendorong umat untuk membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga, lingkungan Gereja, dan masyarakat. Dengan demikian, devosi tidak berhenti pada praktik keagamaan, tetapi menjadi landasan untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan nyata.

Kegiatan penyuluhan dan pendampingan ini juga menjadi ruang bagi anggota PIK Santa Anna untuk memperdalam pemahaman mengenai ajaran Gereja serta memperkuat kehidupan rohani bersama. Melalui penyampaian materi katekese, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya menjalankan praktik devosi dengan pemahaman yang benar. Selain itu, kegiatan ini mendorong umat agar semakin aktif mengembangkan kehidupan iman yang seimbang antara doa dan tindakan nyata. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan serta semangat pelayanan di tengah komunitas umat Katolik.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Katolik terus berupaya mendampingi umat dalam memperdalam iman dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang baik mengenai devosi diharapkan membantu umat menjalankan praktik kesalehan secara lebih bermakna dan bertanggung jawab. Penghayatan iman yang disertai kasih, kepedulian, dan pelayanan diharapkan turut menciptakan kehidupan keluarga serta masyarakat yang harmonis. Dengan demikian, devosi dapat menjadi bagian dari perjalanan iman yang menguatkan relasi dengan Tuhan sekaligus menumbuhkan kasih kepada sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *