Penyuluh Agama Kemenag Medan Hadirkan Penguatan Iman bagi Lansia di Yayasan Guna Budi Bakti

Medan (Humas) — Pendampingan rohani bagi lanjut usia menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan untuk menghadirkan penghiburan, pengharapan, dan penguatan iman dalam menjalani kehidupan. Penyuluh Agama Katolik Zetra Hail Saragih bersama Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan, Tiurma Butar-Butar, Sri Ningsih Sitompul, Torang Berutu, Natalina Hutagalung, dan Maruli Siburian, melaksanakan penyuluhan keagamaan di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso Km. 16 No. 14, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dikemas dalam ibadat bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekhidmatan. Para penyuluh mengajak lansia untuk terus memelihara iman, semangat hidup, dan sukacita dalam menjalani hari-hari mereka.

Dalam ibadat tersebut, Zetra Hail Saragih menyampaikan renungan firman Tuhan, sedangkan Tiurma Butar-Butar memimpin doa bersama. Renungan mengangkat tema “Persembahan yang Berkenan kepada Allah: Hati yang Penuh Kasih” dengan dasar bacaan Injil Lukas 11:42–46. Materi tersebut menekankan bahwa iman tidak cukup diwujudkan melalui rutinitas ibadah, tetapi juga perlu tercermin dalam sikap adil, tulus, dan penuh kepedulian terhadap sesama. Selain itu, para lansia diajak memahami bahwa setiap tindakan kasih yang dilakukan dengan ketulusan memiliki makna dalam kehidupan iman.

Dalam penyampaian renungannya, Zetra mengingatkan bahwa bertambahnya usia dan keterbatasan fisik tidak menghilangkan nilai serta makna kehidupan seseorang. Para lansia tetap memiliki kesempatan untuk menunjukkan kasih melalui doa, kesabaran, kesediaan mengampuni, dan perhatian sederhana kepada orang-orang di sekitarnya. “Persembahan yang paling berkenan kepada Tuhan bukan hanya materi, melainkan hati yang tulus, doa yang penuh iman, serta kasih nyata kepada sesama,” ungkap Zetra. Ia juga menekankan bahwa setiap orang tetap dapat menjadi berkat bagi sesama melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan kasih.

Sementara itu, pelayanan doa yang dipimpin Tiurma Butar-Butar menjadi bagian dari upaya membangun suasana ibadat yang khusyuk dan penuh pengharapan. Dalam doa bersama, para lansia diajak untuk menyerahkan perjalanan hidup kepada Tuhan serta memohon kekuatan dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Senada dengan hal itu, pendampingan rohani diharapkan dapat membantu para lansia merasakan perhatian dan kebersamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran para penyuluh juga mencerminkan kepedulian dalam mendampingi umat pada berbagai tahap kehidupan, termasuk usia lanjut.

Selain memberikan penguatan iman, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kasih, rasa syukur, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Para lansia diajak untuk tetap menghargai diri sendiri, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menjalani kehidupan dengan sikap positif. Pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi mereka dalam menghadapi hari-hari mendatang. Pendampingan seperti ini turut memperkuat peran penyuluh agama dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan umat.

Kementerian Agama Kota Medan bersama Penyuluh Agama Katolik dan Kristen terus berkomitmen menghadirkan pendampingan rohani bagi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk kelompok lanjut usia. Pelayanan di Yayasan Guna Budi Bakti diharapkan dapat memperteguh iman, menjaga semangat hidup, serta memberikan ketenteraman batin bagi para lansia. Selain itu, kegiatan ini menjadi cerminan kepedulian terhadap sesama sekaligus mempererat kebersamaan dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, para lansia diharapkan mampu menjalani hari-hari dengan hati yang damai, rasa syukur yang mendalam, dan pengharapan yang senantiasa terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *