Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Nurlely, dan Komala Dewi, bersinergi dengan Penyuluh Agama Islam dari kecamatan lain, yakni Paidi, Supriadi, dan Heri Pitrian, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (Binluh) keagamaan kepada warga binaan Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) Medan pada hari Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Bahaya Narkoba dan Pentingnya Membangun Kehidupan yang Sehat, Religius, dan Bebas dari Penyalahgunaan Narkoba”. Sinergi lintas kecamatan ini menjadi wujud kepedulian para penyuluh agama dalam memberikan edukasi, motivasi, serta penguatan spiritual kepada warga binaan agar mampu menjalani proses pemulihan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dalam penyampaian materi, Heriansyah Harahap menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental, keharmonisan keluarga, kehidupan sosial, serta masa depan seseorang. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kesadaran pribadi, dukungan keluarga, lingkungan yang positif, dan pendampingan yang tepat. “Bahaya narkoba harus kita pahami bersama agar kita mampu menjaga diri dan orang-orang yang kita sayangi. Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depan. Jadikan setiap kesempatan sebagai langkah untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkap Heriansyah.
Sementara itu, Nurlely menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membangun keteguhan hati dan memberikan motivasi selama proses pemulihan. Ia mengajak warga binaan untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah, memperbanyak doa, mengikuti kegiatan pembinaan, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. “Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Yang terpenting adalah kemauan untuk berusaha, kesungguhan menjalani proses pemulihan, dan keberanian mengambil keputusan yang positif. Dekatkan diri kepada Allah SWT dan jangan ragu menerima dukungan dari keluarga maupun orang-orang yang peduli,” tutur Nurlely.
Komala Dewi turut memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga pergaulan dan membangun lingkungan yang mendukung kehidupan sehat tanpa narkoba. Ia menekankan bahwa kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar orang yang sedang menjalani rehabilitasi tidak merasa sendirian dalam menghadapi proses perubahan. “Pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari membangun lingkungan yang saling menguatkan, memberikan motivasi, dan membuka kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri tanpa stigma. Dukungan dan kepedulian dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik,” jelas Komala Dewi.
Penyuluh Agama Islam Paidi, Supriadi, dan Heri Pitrian juga turut bersinergi dalam memberikan bimbingan dan penguatan kepada warga binaan LRPPN BI Medan. Kolaborasi para penyuluh dari berbagai kecamatan ini mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan pendekatan keagamaan, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan. Melalui kegiatan bersama tersebut, para penyuluh berupaya menanamkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kesadaran untuk menjauhi perilaku yang dapat merusak kesehatan dan masa depan.
Pelaksanaan Binluh ini juga menekankan pentingnya menjadikan masa rehabilitasi sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan membangun kebiasaan baru yang lebih sehat. Warga binaan didorong untuk mengikuti program rehabilitasi secara konsisten, membangun hubungan yang baik dengan keluarga, serta memanfaatkan dukungan tenaga profesional dan lingkungan sosial yang positif. Para penyuluh berharap materi yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan yang lebih baik dapat dibangun melalui usaha yang sungguh-sungguh.
Melalui sinergi antara Heriansyah Harahap, Nurlely, Komala Dewi, Paidi, Supriadi, dan Heri Pitrian, kegiatan penyuluhan di LRPPN BI Medan diharapkan dapat memperkuat peran Penyuluh Agama Islam dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pembinaan rohani masyarakat. Para penyuluh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memberikan edukasi, mengembangkan kepedulian, serta mendukung proses pemulihan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan terwujud masyarakat yang lebih sehat, religius, peduli, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

