Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Dampingi Pasien Rawat Inap RSJ Bina Karsa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal, Sindar Purba, memberikan pendampingan rohani kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa Medan yang beralamat di Jalan Palas III, No. 19, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan, Rabu (14/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sindar Purba menyampaikan pesan rohani tentang Tuhan Selalu Ada Bersama Umat-Nya sebagai bentuk penguatan iman, penghiburan, dan pemberian semangat kepada pasien dalam menjalani proses pemulihan.

Pendampingan rohani ini secara khusus diberikan kepada pasien rawat inap yang beragama Kristen, sedangkan pasien dengan agama dan keyakinan lain mendapatkan bimbingan dari pembimbing rohani sesuai agama masing-masing. Mengawali kegiatan, Sindar Purba menghibur pasien dengan menyanyikan lagu-lagu gerejawi dan pujian kepada Tuhan. Suasana menjadi lebih hidup, hangat, dan penuh pengharapan sehingga pasien dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman serta merasakan kedekatan dengan Tuhan melalui pujian dan doa.

Dalam penyampaian firman Tuhan, Sindar Purba menjelaskan bahwa penyertaan Tuhan merupakan janji yang tidak pernah gagal, sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ia mengutip Matius 1:23 yang menyebut Yesus sebagai Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita. Selain itu, Yohanes 14:16–17 menjelaskan janji Yesus tentang Roh Kudus sebagai Penolong yang menyertai orang percaya selama-lamanya. “Pesan ini mengingatkan kita bahwa dalam keadaan apa pun, termasuk ketika menghadapi penderitaan, kelemahan, dan pergumulan hidup, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya,” ujar Sindar Purba.

Lebih lanjut, Sindar Purba menyampaikan bahwa penyertaan Tuhan memberikan kekuatan bagi setiap orang agar tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan berat. Kehadiran Roh Kudus menjadi sumber penghiburan dan pertolongan bagi orang percaya, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan. Ia juga menegaskan bahwa Tuhan senantiasa dekat dengan orang-orang yang patah hati dan remuk jiwanya, serta memberikan ketenangan bagi mereka yang diliputi rasa takut dan kekhawatiran. Melalui pesan tersebut, pasien diajak untuk tetap berserah kepada Tuhan, memelihara iman, dan menjalani proses pemulihan dengan kesabaran.

Kegiatan pendampingan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam doa tersebut, Sinar Purba memohon agar para pasien RSJ Bina Karsa diberikan kesembuhan, kekuatan, ketabahan, kesabaran dalam menghadapi penderitaan, serta pengharapan untuk menjalani hari-hari ke depan. Kehadiran penyuluh agama di tengah pasien diharapkan dapat memberikan dukungan spiritual dan emosional sehingga mereka tidak hanya mendapatkan perhatian dalam proses perawatan, tetapi juga penguatan batin selama menjalani masa pemulihan.
Sementara itu, di tempat terpisah,

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama Kristen yang secara konsisten melaksanakan pendampingan kepada warga binaan dan pasien yang membutuhkan pelayanan rohani, khususnya di RSJ Bina Karsa. Menurutnya, para pasien merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan dukungan dari sesama. “Terima kasih kepada para penyuluh agama Kristen yang senantiasa mendampingi warga binaan, terutama saudara-saudara kita yang sedang menjalani perawatan. Semoga kehadiran penyuluh agama dalam memberikan pelayanan dan pendampingan senantiasa mendapat rida Tuhan serta membawa kebaikan bagi semua,” ujar Agus Salim.

Melalui kegiatan ini, KUA Medan Sunggal terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pasien yang sedang menjalani perawatan. Pendampingan rohani tidak hanya menjadi sarana penyampaian firman Tuhan, tetapi juga wujud nyata kepedulian, kasih, dan pelayanan kemanusiaan. Dengan pesan Tuhan Selalu Ada Bersama Umat-Nya, diharapkan para pasien semakin kuat dalam iman, memperoleh ketenangan batin, dan memiliki harapan untuk menjalani proses pemulihan dengan penuh kesabaran.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *