Kemenag Medan Gelar Istighotsah dan Haflatul Qur’an, Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas

Medan (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Medan menggelar Istighotsah dan Haflatul Qur’an dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 tingkat Kota Medan dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (PPMDH TPI) Medan, Senin (19/10/2026), sebagai momentum memperkuat keimanan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.

Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah, kepolisian, TNI, pimpinan pesantren, tokoh agama, serta jajaran Kementerian Agama Kota Medan. Kegiatan ini menghadirkan penceramah Abdil Muhadir Ritonga serta para qari, yakni Adnan Tumanggor, H. Ahmad Muhajir, H. Syaifuddin Hazmi Lubis, dan M. Daud Sitorus, yang turut menyemarakkan acara melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Turut hadir PJU Polda Sumatera Utara AKBP Arso Sofandi Paloh, S.H., S.I.K., Kapolsek Medan Kota AKP Ferawan, S.H., Danramil 04 Medan Kota Mayor Infanteri Hari Susilo, Ketua Umum Pimpinan Pusat TPI Medan Prof. H. Ismet Dannial Nasution, drg., Ph.D., Sp.Pros., Subs. PKIKG (K), Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution, S.H., Sekretaris Umum PP TPI Medan Drs. H. Ahmad Suhaimi, M.A., Ketua Badan Silaturahim Pondok Pesantren Sumatera Utara-Kota Medan Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., Sekretaris Umum MUI Kota Medan Dr. H. Amar Adly, M.A, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Medan H. AHmad Faisal Nasution, M.HI serta Kepala KUA Kecamatan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H. Impun Siregar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan yang kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan keagamaan tingkat Kota Medan. Menurutnya, dukungan pondok pesantren menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

“Terima kasih kepada Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan yang telah mendukung dan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda,” ucap Impun Siregar.

Kakan juga menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hari Santri menjadi pengingat bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mendidik generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki semangat cinta Tanah Air.

“Peringatan Hari Santri harus menjadi pengingat bagi kita semua tentang besarnya peran ulama dan santri dalam perjalanan bangsa. Santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, semangat kebangsaan, dan kepedulian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” lanjut H. Impun Siregar.

Kakan Kemenag Medan turut menyampaikan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan pondok pesantren. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pesantren, termasuk melalui penguatan kelembagaan dan tata kelola pendidikan pesantren agar semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pesantren merupakan bagian penting dari pendidikan nasional. Karena itu, dukungan terhadap pesantren perlu terus diperkuat, baik dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun pemberdayaan santri agar mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” ujar H. Impun Siregar.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, H. Impun Siregar juga mengingatkan bahwa santri harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan keimanan, kedisiplinan, serta tanggung jawab.

“Santri masa kini harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk menguasai teknologi digital. Namun, kemajuan tersebut harus tetap dibarengi dengan keimanan, akhlak mulia, dan tanggung jawab. Dengan bekal itu, santri dapat menjadi generasi yang berdaya saing sekaligus membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” ucap Impun.

Mengakhiri sambutannya, H. Impun Siregar menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026 kepada seluruh santri yang hadir. Ia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kesungguhan menuntut ilmu, pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026. Teruslah belajar, menjaga akhlak, mengamalkan Al-Qur’an, dan memberikan kontribusi terbaik bagi agama serta bangsa. Semoga para santri menjadi generasi penerus yang mampu menguatkan negeri dan ikut mewujudkan Indonesia Emas,” ujar Impun.

Selanjutnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat TPI Medan, Prof. H. Ismet Dannial Nasution, menyampaikan sambutan sebagai tuan rumah. Ia menyambut baik pelaksanaan Istighotsah dan Haflatul Qur’an di lingkungan Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, tokoh agama, dan masyarakat sekaligus memperkuat peran pesantren dalam membina generasi muda.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Istighotsah dan Haflatul Qur’an ini. Semoga kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta meningkatkan semangat kita bersama dalam mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui pesantren,” ujar Ismet.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bimbingan dan arahan dari perwakilan Polda Sumatera Utara, AKBP Arso Sofandi Paloh. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai dampak negatif perkembangan teknologi digital yang dapat mengancam generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, dan perilaku berisiko lainnya. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar para santri mampu mengenali dan menghindari aktivitas yang dapat merusak masa depan.

“Generasi muda, termasuk para santri, harus memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang dapat merugikan. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membawa kita pada penyalahgunaan narkoba, judi online, maupun aktivitas negatif lainnya yang dapat menghancurkan masa depan,” ucap Arso Sofandi Paloh.

Ia juga mengajak para santri untuk membangun ketahanan diri melalui penguatan pendidikan agama, kedisiplinan, serta kemampuan memilah informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Selain itu, keluarga, pesantren, dan masyarakat perlu bekerja sama memberikan pendampingan agar generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

“Para santri harus membekali diri dengan ilmu, disiplin, dan karakter yang kuat. Gunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan, bukan untuk melakukan hal-hal yang merugikan. Peran orang tua, guru, dan lingkungan juga sangat penting untuk mengarahkan generasi muda agar tetap berada di jalur yang benar,” ujar Paloh.

Dalam tausiyahnya, penceramah Abdil Muhadir Ritonga memberikan penguatan keagamaan kepada para peserta melalui pesan tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Melalui kegiatan istighotsah, para santri dan hadirin diajak untuk memohon pertolongan Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi diri agar senantiasa memperbaiki kualitas keimanan dan amal perbuatan.

“Jadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Kedekatan dengan Al-Qur’an harus tercermin dalam akhlak, kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian kita terhadap sesama,” ujar Abdil.

Ia juga mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab untuk menjaga ilmu dan nilai-nilai agama sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut pesan yang dapat dikembangkan dalam tausiyah tersebut, kemuliaan seorang santri tidak hanya diukur dari pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari sikap, keteladanan, dan manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

“Santri harus terus belajar, menghormati guru, menjaga adab, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Ilmu yang baik akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam perbuatan nyata dan memberikan manfaat bagi orang lain,” lanjut Abdil.

Melalui kegiatan Istighotsah dan Haflatul Qur’an ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membina generasi yang religius serta berwawasan kebangsaan. Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui pendidikan, keteladanan, penguatan akhlak, dan kontribusi nyata para santri bagi kemajuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *