Medan (Humas) Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum., menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gereja Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Karya Pembangunan No. 36, Kelurahan Polonia, Medan, Sumatera Utara, tersebut menjadi langkah awal pembangunan rumah ibadah yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan iman dan pelayanan umat Katolik di wilayah Polonia.
Turut hadir Direktur Urusan Agama Katolik, Dr. Salman Habeahan, S.Ag., M.M., beserta jajaran; Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si., beserta jajaran; serta perwakilan Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Sumadi Ginting. Hadir pula Penyuluh Agama Katolik Hamma Sitohang dan Marulam Nainggolan, Pastor Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan, Pastor Moses Elias Situmorang, OFMCap., serta Handoko selaku Sekretaris Panitia Pembangunan. Kehadiran unsur Bimas Katolik dari tingkat pusat, provinsi, dan Kota Medan menunjukkan dukungan terhadap pelayanan keagamaan serta upaya pemenuhan kebutuhan rumah ibadah bagi umat Katolik.
Peletakan batu pertama dilaksanakan secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan gereja. Saat ini, Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia memiliki 141 kepala keluarga (KK). Dalam sambutannya, Pastor Moses Elias Situmorang, OFMCap., menyampaikan harapan agar Plt. Dirjen Bimas Katolik berkenan meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Dirjen beserta jajaran, Bapak Pembimas Katolik Sumatera Utara, dan seluruh undangan. Kami berharap pembangunan gereja ini berjalan lancar sehingga dapat menjadi tempat bagi umat untuk semakin bertumbuh dalam iman dan persaudaraan,” ungkap Pastor Moses.
Sementara itu, Plt. Dirjen Bimas Katolik, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, menyampaikan harapannya agar pembangunan gereja tidak hanya menjadi sarana peribadatan, tetapi juga memperkuat kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat. “Pembangunan Gereja Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia diharapkan menjadi sarana pertumbuhan iman umat Katolik sekaligus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat,” ungkapnya.
Pastor Moses menjelaskan bahwa Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia dibentuk di bawah naungan Paroki Santo Antonius dari Padua, Hayam Wuruk, Medan, untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah umat Katolik di kawasan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa lahan pembangunan gereja dihibahkan oleh Bapak Hermes Thamrin, seorang donatur yang saat ini berdomisili di Australia. Sementara itu, Handoko selaku Sekretaris Panitia Pembangunan menjelaskan bahwa bangunan gereja direncanakan terdiri atas dua lantai, dengan pembiayaan yang bersumber dari swadaya umat, kas paroki induk, serta dukungan para donatur.
Dalam mendukung proses pembangunan tersebut, Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan telah melakukan peninjauan pada November 2025 untuk melihat kelayakan fasilitas serta melakukan pengawasan terkait mitigasi bencana pada September 2026. Keterlibatan Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan menjadi bagian dari upaya mendukung pelayanan keagamaan dan memastikan proses pembangunan rumah ibadah mendapat perhatian sesuai dengan tugas dan fungsi pembinaan umat Katolik. Persiapan pembangunan juga diawali dengan pemasangan spanduk yang menginformasikan rencana pembangunan kepada masyarakat sekitar. Pendekatan terbuka tersebut mendapat respons positif tanpa adanya penolakan dari warga.
Keberadaan Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia memiliki makna tersendiri karena lokasinya berdekatan dengan masjid, kuil, vihara, dan gereja Kristen Protestan. Keberagaman rumah ibadah tersebut menjadi gambaran kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam perbedaan agama sehingga kawasan ini dikenal sebagai Kampung Moderasi. Suasana kerukunan juga terlihat ketika para tamu undangan beristirahat sejenak dan menikmati minuman di teras rumah seorang warga beragama Hindu. Warga tersebut menyambut para tamu dengan ramah, mencerminkan sikap saling menghormati, kepedulian, dan persaudaraan antarumat beragama.
Melalui peletakan batu pertama ini, pembangunan Gereja Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia diharapkan berjalan lancar melalui semangat gotong royong umat, dukungan paroki, dan para donatur. Dukungan jajaran Bimas Katolik, termasuk Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, diharapkan turut memperkuat pelayanan kepada umat serta mendorong terwujudnya kehidupan beragama yang rukun dan harmonis. Selain menjadi tempat peribadatan, gereja ini diharapkan menjadi sarana pembinaan iman, penguatan persaudaraan, serta perwujudan nilai toleransi dan moderasi beragama. Ke depannya, Kuasi Stasi Santo Fransiskus Assisi Polonia diharapkan dapat berkembang menjadi stasi penuh dan memberikan pelayanan yang semakin baik bagi umat Katolik di wilayah Polonia, Medan.

