Medan (Humas) Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum., bersama Direktur Urusan Agama Katolik, Dr. Salman Habeahan, S.Ag., M.M., mengadakan pertemuan dengan Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap., beserta para pastor dan jajaran Keuskupan Agung Medan, Selasa (20/10/2026). Pertemuan berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Catholic Center Christosophia, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Dirjen Bimas Katolik secara simbolis menyerahkan bantuan pemerintah melalui Kementerian Agama RI untuk mendukung rekonstruksi rumah ibadah Katolik yang terdampak bencana alam di wilayah Keuskupan Agung Medan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembimbing Masyarakat Katolik Provinsi Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si., beserta jajarannya, serta perwakilan Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Sumadi Ginting. Hadir pula Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hamma Sitohang dan Marulam Nainggolan. Dalam pertemuan tersebut, Hamma Sitohang bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya dialog antara jajaran Kementerian Agama dan pihak Keuskupan Agung Medan. Kehadiran Pembimas Katolik Sumatera Utara dan perwakilan Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Medan mencerminkan koordinasi lintas tingkatan dalam mendukung pelayanan keagamaan serta memperkuat sinergi pemerintah dengan Gereja Katolik.
Dalam sambutannya, Plt. Dirjen Bimas Katolik, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup dan seluruh jajaran Keuskupan Agung Medan yang telah berkenan hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa bantuan pemerintah melalui Kementerian Agama RI diberikan untuk mendukung percepatan rekonstruksi rumah ibadah Katolik yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan sehingga rumah ibadah dapat kembali digunakan untuk kegiatan peribadatan dan kehidupan menggereja.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat, khususnya umat Katolik yang rumah ibadahnya terdampak bencana. Semoga bantuan ini bermanfaat dan mendukung percepatan pemulihan rumah ibadah,” ungkap Albertus Magnus.
Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, atas perhatian, kepedulian, dan bantuan yang diberikan untuk mempercepat rekonstruksi rumah ibadah Katolik yang terdampak bencana di wilayah Keuskupan Agung Medan. Menurut Bapa Uskup, dukungan tersebut sangat berarti bagi Gereja dan umat dalam menghadapi dampak bencana serta memulihkan sarana peribadatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan pemerintah melalui Kementerian Agama. Bantuan ini merupakan tanda kehadiran nyata negara bagi masyarakat, khususnya umat Katolik yang terdampak bencana,” ujar Mgr. Kornelius Sipayung.
Bapa Uskup juga berharap perhatian dan dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyerahan bantuan tersebut, tetapi terus berlanjut melalui penguatan kerja sama, komunikasi, dan solidaritas antara pemerintah dan Gereja Katolik. Sinergi tersebut dinilai penting agar proses pemulihan rumah ibadah dapat berjalan dengan baik serta umat dapat kembali melaksanakan kehidupan menggereja dan kegiatan sosial kemasyarakatan secara optimal. Koordinasi antara jajaran Bimas Katolik di tingkat pusat dan provinsi, Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Medan, serta pihak Keuskupan Agung Medan diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung kesinambungan pelayanan kepada umat.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Kementerian Agama dan Keuskupan Agung Medan dalam mendukung pemulihan rumah ibadah Katolik yang terdampak bencana. Melalui bantuan tersebut, pemerintah diharapkan terus hadir memberikan perhatian kepada masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas dalam proses pemulihan pascabencana. Keterlibatan Pembimas Katolik Sumatera Utara dan Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Medan dalam pertemuan ini turut menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam memastikan pelayanan keagamaan serta dukungan bagi umat Katolik dapat berjalan dengan baik.

