Rawat Cinta, Raih Rahmat Allah: Penyuluh KUA Medan Area Bagikan 7 Tips Membangun Keluarga Sakinah

Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Area, Ikhwan, S.H.I., menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin yang diselenggarakan KUA Kecamatan Medan Area di Aula Kantor Camat Medan Area, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ikhwan menyampaikan materi bertajuk “Cinta yang Dirawat, Keluarga yang Dirahmati”. Materi ini mengajak para calon pengantin memahami bahwa membangun rumah tangga bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan, melainkan juga merawat cinta, menumbuhkan kasih sayang, serta menjalankan tanggung jawab bersama berdasarkan nilai-nilai agama.

Menurut Ikhwan, keluarga sakinah tidak terbentuk dengan sendirinya. Keharmonisan rumah tangga perlu diupayakan melalui komunikasi yang baik, ibadah yang terjaga, akhlak yang mulia, dan komitmen suami istri untuk saling mendukung dalam berbagai keadaan.

“Cinta dalam rumah tangga bukan hanya tentang bagaimana memulai hubungan, tetapi bagaimana merawatnya setiap hari. Ketika cinta dijaga dengan komunikasi yang baik, ibadah, kesabaran, dan akhlak yang mulia, insyaallah keluarga akan menjadi tempat tumbuhnya ketenangan dan keberkahan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, tujuan pernikahan adalah membangun keluarga yang diliputi ketenteraman, cinta, dan kasih sayang, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 21 tentang penciptaan pasangan agar manusia memperoleh ketenteraman (sakinah), serta dijadikan di antara mereka rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah).

Untuk mewujudkan keluarga sakinah, Ikhwan membagikan tujuh tips yang dapat diterapkan oleh setiap pasangan dalam kehidupan rumah tangga.

Pertama, bangun komunikasi yang hangat setiap hari. Suami dan istri hendaknya membiasakan diri untuk saling mendengarkan, berbagi cerita, serta menyampaikan perasaan dengan jujur dan santun. Komunikasi yang baik dapat mencegah kesalahpahaman dan memperkuat rasa saling percaya.

Kedua, luangkan waktu berkualitas bersama. Kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari jangan sampai membuat pasangan kehilangan kedekatan. Meluangkan waktu untuk berbincang, makan bersama, atau melakukan kegiatan sederhana berdua dapat mempererat ikatan emosional dalam keluarga.

Ketiga, jaga salat berjamaah di rumah. Ibadah bersama menjadi salah satu cara menumbuhkan suasana religius dalam keluarga. Suami dan istri hendaknya saling mengingatkan dalam kebaikan serta menjadikan rumah sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keempat, perbanyak doa dan zikir. Keluarga perlu senantiasa melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Melalui doa dan zikir, pasangan diharapkan memperoleh ketenangan hati, kekuatan menghadapi ujian, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Kelima, jaga sikap, tutur kata, dan akhlak. Ikhwan mengingatkan agar pasangan menghindari ucapan kasar, saling merendahkan, dan perilaku yang melukai perasaan. Menurutnya, kata-kata yang baik dapat menguatkan cinta, sedangkan ucapan yang menyakitkan dapat meninggalkan luka dalam hubungan.

Keenam, saling mendukung dalam kebaikan. Suami dan istri harus menjadi mitra dalam menjalani kehidupan, baik dalam urusan ibadah, pekerjaan, pendidikan, maupun pengembangan diri. Dukungan dan penghargaan terhadap pasangan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis.

Ketujuh, jadikan rumah sebagai tempat yang penuh cinta dan rahmat. Rumah hendaknya menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi seluruh anggota keluarga. Setiap persoalan perlu diselesaikan dengan kepala dingin, musyawarah, kesabaran, serta keinginan untuk saling memahami.

Lebih lanjut, Ikhwan menegaskan bahwa keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah. Setiap rumah tangga pasti memiliki ujian dan tantangan. Namun, pasangan yang memiliki komitmen, menjaga komunikasi, serta berpegang teguh pada ajaran agama akan lebih siap menghadapi persoalan secara bijaksana.

Melalui materi tersebut, ia berharap para calon pengantin dapat mempersiapkan diri tidak hanya untuk melangsungkan akad nikah, tetapi juga untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan penuh tanggung jawab, kedewasaan, dan kesungguhan dalam menjaga amanah Allah SWT.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini merupakan bagian dari upaya KUA Kecamatan Medan Area dalam memberikan bekal pengetahuan keagamaan dan kehidupan berkeluarga kepada calon pengantin. Dengan pembekalan tersebut, diharapkan pasangan mampu membangun rumah tangga yang harmonis, memperkuat ketahanan keluarga, serta melahirkan generasi yang berakhlakul karimah.

“Jangan hanya sibuk mempersiapkan hari pernikahan, tetapi persiapkan juga diri untuk menjalani kehidupan setelahnya. Rawatlah cinta dengan akhlak, kuatkan keluarga dengan ibadah, dan iringi setiap langkah dengan doa agar rumah tangga senantiasa berada dalam rahmat Allah SWT,” tutup Ikhwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *